PejuangKantoran.com - Masih terjadi perdebatan apakah betul teknologi AI akan menghilangkan banyak pekerjaan. Atau sebaliknya, banyak karyawan yang tidak merasa terancam dengan kehadiran AI.
Faktanya, platform AI generatif seperti ChatGPT yang masuk ke pasar tahun 2023 membuat ancaman PHK akibat otomatisasi semakin meningkat.
Survei baru dari The Conference Board menemukan bahwa separuh dari CEO mempertimbangkan penggunaan AI di tempat kerja untuk menggantikan karyawan mereka.
Baca Juga: Lowongan Kerja Junior Consultant of Finance di Ernst & Young, Pengalaman 1-2 Tahun sebagai Konsultan
Survei tersebut mengeksplorasi berbagai tren bisnis, mulai dari talent acquisition, tekanan inflasi, hingga penyesuaian rantai pasokan, dan pertumbuhan jangka panjang.
Namun, pertanyaan mengenai kecerdasan buatan menimbulkan red flag bagi mereka yang khawatir tentang pemindahan pekerjaan, karena bukan pertanda baik untuk masa depan mereka.
"Setengah dari CEO dan 51% eksekutif C-Suite percaya bahwa AI akan menggantikan tenaga kerja di organisasi mereka, menciptakan tantangan yang signifikan untuk talent management," papar laporan The Conference Board.
Perlu dicatat, meskipun 50% adalah angka yang tinggi mengenai isu rencana para CEO mengganti pekerjaan dengan AI, ini bukan fokus utama dari teknologi tersebut.
Faktanya, pemindahan pekerjaan adalah salah satu dampak AI yang paling tidak penting. Justru pelatihan tambahan (94%) dan peningkatan produktivitas tenaga kerja (91%) berada di urutan teratas.
Artinya, adanya AI membuat perusahaan berfokus untuk memberikan pelatihan tambahan dan peningkatan produktivitas karyawan.
Baca Juga: Support Local Pride, Sepatu Gibran X Aerostreet Laris Manis Lebih dari 100 Pasang Sehari
Penggunaan AI di tempat kerja
Para CEO boleh saja berbicara mengenai penggantian pekerjaan dengan AI, tetapi berapa banyak sih, yang benar-benar mengadopsi teknologi ini ke dalam bisnis mereka pada tahun 2024?
Survei ini menemukan bahwa mayoritas dari CEO setidaknya sedang menjajaki kemungkinan untuk menambahkan infrastruktur AI ke dalam bisnis mereka.
Selain itu, banyak dari mereka yang telah mengadopsi teknologi ini ke dalam seluruh operasi bisnis mereka.
Artikel Terkait
Karyawan China yang Resign Gara-gara Join 600 Grup Chat, Butuh 3 Jam untuk 'Left Group'
Prabowo: "Saya Pernah Cukup Lama Berseberangan dengan Pak Jokowi, tetapi...."
Resep Corn Dog Plus Saus Rose Gurih-gurih Pedas, Cocok Buat Cemilan
Viral Tren Kuliner Korea Selatan: Tusuk Gigi Goreng!
Milenial Merapat, Samesta Parayasa Wujudkan Konsep TOD, Perumnas dan KAI Bangun Stasiun Lumpang Parayasa
4 Cerita Keseruan Selama Syuting #OOTD, Film Pertama yang Disutradarai Dimas Anggara
Jaga Pemilu Adil dan Damai, Jangan Fitnah Dibalas Fitnah dan Hindari Saling Ejek