Baik secara langsung maupun tidak langsung, perusahaan memerlukan dua jenis pembelian: pengadaan barang dan jasa.
Pengadaan barang: Pengadaan barang mengacu pada semua benda berwujud yang dibeli, baik yang sudah jadi maupun yang belum jadi.
Baca Juga: Studi Abroad, Ini Kampus-kampus Incaran Generasi Z atau Gen Z
Bahan baku, perlengkapan kantor, meja, dan barang fisik lainnya dianggap sebagai pengadaan barang.
Pengadaan jasa: Semua pembelian yang tidak berwujud termasuk dalam pengadaan jasa. Ini termasuk penawaran profesional seperti layanan konsultasi atau perbaikan fasilitas.
Pengadaan jasa juga mencakup pembelian seperti perangkat lunak, dengan software as a service (SaaS) yang semakin meningkat dalam penggunaan bisnis.
SaaS sering kali menjadi salah satu pengeluaran berbasis layanan yang paling signifikan bagi perusahaan.
Tahapan dalam proses procurement
Pengadaan sering kali merupakan salah satu bagian paling besar dari pengeluaran, sehingga penting untuk mengawasi pengeluaran pada tingkat yang lebih rinci.
Agar pengeluaran di bidang pengadaan menjadi optimal, butuh upaya lintas departemen yang melibatkan pengawasan dari pemangku kepentingan di bidang keuangan, hukum, TI, dan manajemen rantai pasokan.
Tim pengadaan bertanggung jawab atas administrasi dan peningkatan proses pengadaan dan siklus hidup pemasok yang berkelanjutan.
Baca Juga: Women from Rote Island Gunakan Teknik One Take Long Shot, Bikin Penonton Seolah Berada dalam Adegan
Tahapan dalam proses pengadaan adalah sebagai berikut:
Perencanaan: Tahap perencanaan mencakup penetapan anggaran untuk departemen atau tim. Proses ini dilakukan melalui kerja sama dengan tim keuangan dan pemangku kepentingan departemen.