PejuangKantoran.com - Bagaimana cara kita berkomunikasi dengan rekan kerja, dan apa metode komunikasi di tempat kerja, ternyata sangat mempengaruhi apakah pesan akan tersampaikan dengan baik.
Faktor lain yang juga mempengaruhi metode komunikasi di tempat kerja dan penyampaian pesan adalah industri tempat kita bekerja, usia, senioritas, budaya tempat kerja, dan preferensi pribadi.
Baca Juga: 7 Skill yang Perlu Dimiliki Tim Procurement untuk Memandu Keputusan Pembelian di Perusahaan
Itulah kesimpulan dari penelitian terbaru yang dilakukan oleh pasar pembelajaran bahasa online Preply. Hasilnya, hampir satu dari 10 pekerja merasa lebih efektif dengan penggunaan voice message.
Sementara dua dari lima pekerja telah menghapus voice mail yang berhubungan dengan pekerjaan sebelum mendengarkannya secara penuh.
Selain itu, meskipun 86% pekerja lebih suka berkomunikasi melalui email, hampir 90% mengatakan bahwa cara komunikasi tersebut paling mungkin menyebabkan kesalahpahaman.
Penelitian Preply ditujukan untuk mengeksplorasi preferensi dan sikap karyawan Amerika terhadap berbagai metode komunikasi di tempat kerja, termasuk panggilan telepon, email, teks, pesan langsung, pesan suara, dan pesan suara.
Baca Juga: 7 Skill yang Perlu Dimiliki Tim Procurement untuk Memandu Keputusan Pembelian di Perusahaan
Survei yang dilakukan terhadap 1.030 karyawan tetap yang tinggal di Amerika Serikat itu juga menunjukkan bagaimana demografi dan pengguna platform yang berbeda berkomunikasi di tempat kerja, dan bagaimana cara menghubungi mereka untuk berbagai tujuan.
Fakta mengenai pilihan komunikasi di tempat kerja
Di dunia modern yang serba cepat, metode komunikasi pilihan kita dengan rekan kerja secara signifikan membentuk hubungan profesional kita.
Meskipun email merupakan cara yang paling disukai responden Preply untuk berkomunikasi dengan atasan, hampir 90% karyawan mengatakan bahwa email menyebabkan miskomunikasi di tempat kerja.
Baca Juga: Kemampuan Berpikir Strategis, Soft Skill Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja Saat Ini
Mungkin itu sebabnya 1 dari 5 generasi baby boomer mengatakan bahwa mereka masih menggunakan telepon rumah (PSTN/ Public Switched Telephone Network) di kantor.
Namun, 54% Gen Z mengalami miskomunikasi melalui voice message (rekaman suara pendek yang dikirim melalui Whatsapp), yang mengindikasikan adanya kesenjangan generasi dalam hal berkomunikasi di tempat kerja melalui pesan yang diketik versus audio.