kubikel

6 Penyebab Perusahaan Meng-ghosting Pelamar Usai Wawancara Kerja yang Bukan Kesalahan Pelamar

Kamis, 29 Februari 2024 | 16:25 WIB
Ilustrasi: Ada beberapa penyebab rekruter meng-ghosting pelamar usai wawancara kerja, yang semuanya bukan merupakan kesalahan pelamar. (Pexels/Padli Pradana)

Alih-alih mengutamakan komunikasi, rekruter mungkin lebih memprioritaskan target yang telah ditetapkan untuk mereka.

Jika mereka kesulitan untuk memenuhi target tersebut dalam jangka waktu tertentu, mereka mungkin tak punya waktu lagi untuk menindaklanjuti kandidat yang tidak bergerak maju.

Pekerjaan rekruter mungkin bergantung pada pemenuhan target tersebut, sehingga komunikasi menjadi terabaikan.

Baca Juga: Lowongan Kerja Corporate Executive ASEAN di Malaysia Airlines untuk Mendukung Corporate Sales

4. Ekspektasi gaji yang terlalu tinggi

Terkadang rekruter berpikir seorang kandidat cocok untuk suatu posisi, sampai si kandidat mengungkapkan ekspektasi gajinya.

Jika ekspektasi gaji terlalu tinggi, saat itulah kamu di-ghosting. Ketika rekruter sadar tidak bisa memenuhi ekspektasi gaji kamu, mereka menganggap tidak ada gunanya melanjutkan komunikasi.

5. Miskomunikasi antara agensi rekrutmen dan perusahaan yang merekrut

Ketika sebuah perusahaan menyewa agensi rekrutmen menangani proses perekrutan, mereka harus menyampaikan dengan jelas tipe kandidat seperti apa yang mereka cari untuk mengisi setiap posisi.

Terkadang, rekruter akan mulai berkomunikasi dengan kandidat yang mereka pikir diinginkan oleh perusahaan. Namun, ternyata terjadi miskomunikasi sehingga harus mengulang proses rekrutmen.

Baca Juga: Selain Jadwal Giliran Pergantian Kerja, 6 Hal Ini Biasanya Bikin Pekerja Kantoran Stres

6. Hambatan internal

Hambatan internal dari pihak rekruter atau perusahaan bisa saja muncul selama proses rekrutmen. Misalnya, perusahaan yang merekrut mungkin mengalami masalah keuangan dan terpaksa menghentikan sementara perekrutan mereka, yang dapat menyebabkan rekrutmen menjadi tidak efektif.

Jadi, penyebab rekruter meng-ghosting pelamar usai wawancara kerja lebih berkaitan dengan diri mereka sendiri dibandingkan dengan kualifikasi pelamar.

Bagi kamu yang bertindak sebagai rekruter, inilah saatnya kamu memprioritaskan komunikasi yang konsisten untuk membuktikan profesionalitas kamu.

Halaman:

Tags

Terkini