PejuangKantoran.com - Kamu mungkin sudah sampai di tahap wawancara kerja, dan merasa bahwa interview sudah berjalan dengan baik. Rekruter atau pihak HRD memberikan respons positif yang memberi kesan kamu akan diterima bekerja.
Namun beberapa hari dan minggu berlalu, kamu belum juga mendengar kabar apa pun dari rekruter. Hal ini jelas membuat kamu gelisah dan kecewa, merasa gagal dan terus bertanya apa yang salah dengan wawancara kerja yang baru berlalu.
Baca Juga: Ternyata, Pemilih Prabowo-Gibran Didominasi Kaum Perempuan dan Non Muslim. Apa Pemicunya?
Jika kamu mengalami hal tersebut, artinya kamu di-ghosting oleh perusahaan yang membuka lowongan kerja tersebut. Recruiter ghosting terjadi ketika perekrut sudah menyatakan ketertarikannya pada satu titik, kemudian tiba-tiba berhenti berkomunikasi dan tidak menanggapi kandidat sama sekali.
Ada banyak penyebab mengapa rekruter meng-ghosting pelamar usai wawancara kerja yang sukses. Walaupun praktik tersebut bisa merusak merek perusahaan yang diwakili oleh rekruter, kecenderungan ini masih terus terjadi.
Bagi kamu yang pernah di-ghosting rekruter, tak usah merasa dirimu tidak qualified atau merasa gagal. Faktanya, ada beberapa penyebab rekruter meng-ghosting pelamar usai wawancara kerja, yang semuanya bukan merupakan kesalahan pelamar.
Berikut adalah beberapa penyebab rekruter meng-ghosting pelamar:
Baca Juga: Bonnie, Film Remaja yang Memadukan Adegan Action dan Dialog Puitis Karya Umbu Landu Paranggi
1. Perusahaan tidak lagi membuka lowongan untuk posisi tersebut
Ketika perusahaan sudah mendapat orang untuk mengisi posisi yang kamu lamar, rekruter tidak selalu memberi tahu calon kandidat bahwa posisi tersebut sudah tidak tersedia.
Jadi, jika ini adalah alasan mengapa kamu di-ghosting, bukan berarti kamu tidak cocok, melainkan karena sudah ada kandidat lain yang lebih cocok di luar sana.
Baca Juga: Pssst... Ini Rahasia yang Tidak Perlu Kamu Sampaikan saat Wawancara Kerja!
2. Rekruter pindah pekerjaan
Pergantian karyawan adalah hal yang biasa dalam industri ini. Seorang rekruter mungkin berhenti berkomunikasi dengan kamu karena mereka pindah kerja, dan tidak punya waktu untuk memberi tahu klien sebelum beralih ke posisi baru.
3. Rekruter harus memenuhi target mereka
Artikel Terkait
Survei: 4 dari 10 Perusahaan Indonesia Berencana Naikkan Gaji Karyawan Perusahaannya
Alasan Generasi Z Amerika Serikat Tak Mau Jadi Tentara
Riset: Perusahaan Bisa Siapkan 6 Fasilitas Ini demi Mencegah Pekerja Kantoran Mengalami Stres
Pekerja Perempuan yang Memiliki Anak Balita Mendambakan Waktu Bekerja Fleksibel
Bonnie, Film Remaja yang Memadukan Adegan Action dan Dialog Puitis Karya Umbu Landu Paranggi
Orang Kantoran Bisa Dapat Uang dari 4 Ide Usaha Sampingan Berbasis Digital
Generasi Z atau Gen Z Penyumbang Rendahnya Angka Kelahiran, apabila...