PejuangKantoran.com - Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mencari pekerjaan baru, tentu kamu lega dan bersyukur karena mendapat pekerjaan yang kamu idam-idamkan.
Namun setelah dua-tiga bulan bekerja, kamu langsung tahu bahwa ini bukan pekerjaan impian yang kamu kira. Kamu merasa overworked. Atasanmu, yang terlihat begitu karismatik, ternyata tidak kompeten dan tidak peduli pada anak buahnya.
Baca Juga: Tips Bijak Kelola THR: Tentukan Prioritas dan Kebutuhan Utama
Kamu ingin sekali resign dari pekerjaan yang tidak menyenangkan itu, tetapi kamu bahkan belum melewati masa percobaan! Dalam CV kamu pasti akan terkesan tidak profesional jika pernah bekerja kurang dari setahun.
Ketakutan itu sebenarnya wajar. Dalam survei tahun 2022 oleh konsultan SDM Robert Half, 77% manajer senior menyebutkan bahwa membaca CV kandidat yang "sering berpindah-pindah pekerjaan" membuat mereka berhenti mengevaluasi CV tersebut.
Persentasenya bahkan sedikit lebih tinggi daripada CV dengan "deskripsi yang samar-samar tentang pekerjaan sebelumnya" (76%) dan CV dengan "keterampilan yang tidak memadai untuk posisi yang dilamar" (74%).
Itulah mengapa "menunggu masa kerja satu tahun" merupakan nasihat yang umum digunakan. Namun, nasihat karir ini sepertinya sudah ketinggalan zaman dan terlalu disederhanakan.
Baca Juga: Kembar Siam Abby dan Brittany Hensel Hanya Mendapat Satu Gaji Meskipun Keduanya Bekerja
Memaksakan diri untuk bertahan dalam pekerjaan yang melelahkan tanpa imbalan yang pantas, dan dalam lingkungan yang toxic itu lebih berbahaya yang kita bayangkan.
Mengapa “menunggu masa kerja satu tahun” sudah ketinggalan zaman
Beberapa rekruter masih berpegang teguh pada prinsip bahwa jika seorang kandidat sudah bekerja cukup lama, mereka lebih mungkin menjadi karyawan yang dapat diandalkan dan mudah diajak bekerja sama.
Namun Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan, pada tahun 2022, masa kerja rata-rata pekerja berusia 25 hingga 34 tahun adalah 2,8 tahun. Sedangkan pekerja berusia 55 hingga 64 tahun rata-rata bekerja selama 9,8 tahun.
Baca Juga: Batas Akhir Lapor SPT Pajak Sudah Lewat, Awas Kena Denda Sampai Risiko Dipenjara!
Lebih dari sepertiga (35%) pergantian karyawan terjadi pada tahun pertama kerja, menurut laporan retensi 2023 dari Work Institute.
Survei Muse tahun 2022 juga mengungkapkan, 80% responden mengatakan tidak masalah meninggalkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan jika pekerjaan tersebut tidak memenuhi harapan.