kubikel

3 Ciri Curriculum Vitae yang Tidak Disukai Rekruter, yang Bikin CV Kamu Nggak Bakal Lolos!

Selasa, 16 April 2024 | 18:40 WIB
Ilustrasi: CV yang terlalu kreatif, dengan pose foto yang tidak formal, bisa menjadi ciri CV yang tidak disukai rekruter. (Freepik/Benzoix, Canva)

CV yang menunjukkan bahwa kamu sering berganti-ganti pekerjaan membuat 50% manajer rekrutmen ragu-ragu untuk memilih kandidat, begitu menurut temuan Resume Genius.

Tanda bahaya ini lebih sulit untuk dihindari: kalau kamu sering berganti pekerjaan, kamu tidak boleh berbohong tentang riwayat pekerjaan kamu.

Baca Juga: Sudah Dibuka Lagi: Program Magang Mahasiswa 2024 di Kementerian Keuangan Periode Ke-2

Selain itu, manajer rekrutmen punya definisi berbeda tentang apa yang dimaksud terlalu sering berganti-ganti pekerjaan.

Bagi sebagian orang, berganti pekerjaan setiap 1-2 tahun tergolong terlalu cepat. Namun sebagian lainnya berpendapat bahwa berganti pekerjaan setelah kurang dari satu tahun mungkin wajar saja.

Kamu tidak perlu menjelaskan setiap kali berganti pekerjaan, karena sebagian besar perekrut tidak langsung mencari tahu tentang hal tersebut.

“Mereka ingin tahu apakah kamu memiliki keterampilan dan pengalaman untuk melakukan pekerjaan dengan baik —pengalaman masa lalu dan komitmen kamu terhadap pekerjaan biasanya disimpan untuk wawancara,” kata Reisdorf.

Baca Juga: Jaga-jaga, Perangkat AI Siap Menggantikan Posisi Entry-Level Di Lembaga-lembaga Keuangan Besar

Namun, kalau kamu punya beberapa masa kerja yang singkat di beberapa perusahaan, kamu bisa menuliskan di kolom komentar tambahan saat melamar pekerjaan secara online.

Jika tidak, simpan penjelasan apa pun tentang pilihan karir kamu saat wawancara.

Format yang tidak rapi

Ciri-ciri curriculum vitae yang tidak disukai rekruter adalah format yang tidak rapi, apakah tata letaknya tidak teratur, menggunakan font yang tidak jelas, atau lupa memeriksa ejaan.

Baca Juga: Duh Besok Sudah Kerja Lagi, Ini Cara Atasi Post Holiday Blues!

Reisdorf mengatakan, CV yang bersih dan sederhana paling efektif karena mudah dibaca dan dipahami oleh siapa saja. Gunakan font hitam dasar, memangkasnya menjadi satu halaman dan memberi label yang jelas pada bagian-bagian yang terorganisir.

Pastikan perhatian rekruter terfokus pada pencapaian kamu —bukan pada pilihan jenis huruf yang tebal atau tata letak yang berantakan.

Halaman:

Tags

Terkini