kubikel

Memahami Etos Kerja Gen Z yang Sering Dianggap Pemalas dan Ogah Kerja Keras

Selasa, 18 Juni 2024 | 20:00 WIB
Ilustrasi gen Z (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Generasi Z saat ini sedang jadi bulan-bulanan netizen karena dianggap malas dan ogah bekerja.

Namun di samping itu, mereka juga tengah sibuk dengan banyak aktivitas, seperti menempuh pendidikan, melanjutkan studi tingkat lebih tinggi, dan banyak yang sudah terjun ke dunia kerja.

Memahami preferensi dan pengalaman kerja Generasi Z (Gen Z) menjadi krusial bagi
perusahaan dalam merekrut karyawan yang bertalenta serta loyal.

Baca Juga: Vietjet Raih Penghargaan Best Ultra Low-cost Airline dari Airline Ratings

Jakpat melakukan survei untuk mengetahui etos kerja gen Z. Survei ini melibatkan 1262 responden, di mana 63% dari mereka merupakan Gen Z yang berbagi pandangan dan preferensi mereka terkait dunia kerja.

Secara umum, generasi ini mulai memasuki dunia kerja pada umur 18 sampai 20 tahun. Dari
responden yang sudah bekerja, sebanyak 43% mengatakan bahwa pekerjaan mereka saat
ini adalah pekerjaan pertamanya.

Sementara itu, sebagian lainnya sudah pernah pindah pekerjaan sebanyak satu kali (31%), dan 15% sudah berganti dua kali.

Alasan utama yang menyebabkan mereka  memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan adalah
gaji yang tidak sesuai (41%). Seiring dengan usia yang masih muda, mendapatkan tawaran
pekerjaan yang lebih menarik (27%) dan ingin menjelajah jenis pekerjaan lain (26%) menjadi
alasan untuk resign.

Sebanyak 73% responden merasa puas dengan pekerjaan mereka saat ini. Bagi Gen Z
yang merasa puas dengan pekerjaannya menunjukkan tingkat kesetiaan terhadap
perusahaan. Mayoritas dari mereka telah bekerja di perusahaan selama 1-2 tahun (31%)
bahkan 24% telah bekerja lebih dari 2 tahun.

Septiana Widi Sugiastuti, Research Lead Jakpat mengungkapkan perusahaan dapat
menyesuaikan strategi perekrutan, pengembangan karyawan, dan pengelolaan untuk
menarik dan mempertahankan bakat dari kelompok demografis ini.

Baca Juga: Ketua TKN Fanta Harap Kabinet Prabowo-Gibran Gandeng Anak-anak Muda di Pemerintahan

“Dalam dunia pekerjaan, Generasi Z cenderung mengutamakan keseimbangan work-life yang sehat seperti menjaga kesehatan mental. Mereka akan mencari pekerjaan yang menawarkan fleksibilitas, seperti bekerja dari rumah atau jadwal kerja yang fleksibel dengan gaji yang memuaskan,” ucapnya.

Preferensi kerja 

Soalkerja, 35% Gen Z lebih memilih Work from Anywhere (WFA) sementara
32% lebih memilih model hybrid yang memungkinkan mereka untuk bekerja secara remote
dan di kantor.

Halaman:

Tags

Terkini