Family Office menghasilkan pendapatan melalui kombinasi biaya pengelolaan investasi dan insentif berbasis kinerja, serta layanan tambahan lainnya.
Berikut penjelasannya:
• Biaya pengelolaan investasi: Sebagian besar pendapatan Family Office diperoleh melalui biaya pengelolaan investasi.
Baca Juga: Star Alliance dinobatkan sebagai Aliansi Maskapai Penerbangan Terbaik Dunia
Biaya ini biasanya dibebankan sebagai persentase dari aset yang dikelola (Assets Under Management/AUM), yang mengacu pada nilai total investasi yang dikelola Family Office.
Biaya AUM biasanya berkisar antara 0,25% hingga 1,5%, tergantung kompleksitas layanan yang diberikan dan besarnya aset keluarga.
• Biaya berbasis kinerja: Biaya yang terkait dengan kinerja portofolio investasi ini bisa berupa persentase keuntungan yang dihasilkan, atau biaya berdasarkan tolok ukur yang memberi penghargaan kepada kantor keluarga karena kinerjanya melebihi tolok ukur tertentu.
Biaya berbasis kinerja bisa memberikan insentif kepada Family Office untuk menghasilkan keuntungan yang besar bagi kliennya, namun hal ini juga dapat menciptakan konflik kepentingan.
Sebab, perusahaan mungkin tergoda untuk mengambil risiko yang lebih besar daripada yang sesuai dengan toleransi risiko klien untuk menghasilkan keuntungan yang besar.
Baca Juga: Lowongan Kerja EY sebagai Assurance Climate Change and Sustainability Services Associate Consultant
• Layanan tambahan: Family Office juga bisa memperoleh pendapatan dari penyediaan layanan tambahan kepada kliennya, seperti perencanaan pajak, perencanaan warisan, dan layanan konsultasi filantropi.
Layanan tambahan ini bisa dikenakan biaya per jam atau sebagai biaya tetap.
Aliran pendapatan spesifik dari Family Office akan bervariasi tergantung pada kebutuhan keluarga dan keahlian kantor keluarga.
Namun, biaya manajemen investasi dan biaya berbasis kinerja biasanya merupakan dua sumber pendapatan paling signifikan bagi Family Office.