Kontra
Bisa menjadi bumerang
Membawa calon karyawan “bajakan” ke tahap penawaran tidak selalu berarti mereka pasti akan menerimanya.
Selalu ada kemungkinan karyawan tidak benar-benar berniat meninggalkan pekerjaannya, dan malah memanfaatkan peluang yang ada untuk mendapatkan jabatan atau gaji setinggi mungkin.
Baca Juga: PUMA Speedcat: Sneakers Favorit untuk Gaya Kantor yang Keren
Merusak reputasi dan hubungan
Terlalu sering menarik talent dari perusahaan kompetitor membuat kita mendapatkan reputasi sebagai perusahaan yang agresif, yang dapat membuat klien menjauh dari perusahaan kita.
Perusahaan seperti bank umumnya memiliki gentleman agreement dengan beberapa bank pesaing untuk tidak meng-hijack karyawan. Jika perjanjian itu dilanggar, aksi bajak-membajak akan semakin brutal.
Membocorkan rahasia perusahaan
Rekrutan baru yang membagikan rahasia dapur perusahaan lamanya bisa membuat perusahaan kita terlibat masalah hukum. Lebih baik jauhi kekayaan intelektual mereka.
Baca Juga: 40% Gen Z Merasa Tidak Membutuhkan Gelar Sarjana untuk Memiliki Karir yang Sukses
Jika kita memutuskan untuk merekrut talent dari kompetitor, pastikan tidak mendekati kekayaan intelektual yang sudah didokumentasikan secara hukum.
Dan, waspadai perjanjian non-kompetisi yang sudah ada.
Jadi, berhati-hatilah jika kamu dibajak atau ingin membajak karyawan dari perusahaan kompetitor. Selalu ada pro dan kontra membajak karyawan yang harus diwaspadai.