Pembenaran semacam ini justru dapat menyebabkan kebencian dan jarak dalam hubungan karena tidak ada yang dapat menggantikan kegembiraan dan kenyamanan dari hubungan yang penuh kasih sayang.
- Mengabaikan tanda-tanda ketegangan dalam hubungan
Karena terlalu asyik dengan pekerjaannya, mereka jadi tak bisa memperhatikan jarak yang semakin jauh dengan orang-orang terdekatnya atau perubahan sikap yang diberikan kepadanya.
Saat mereka menyadarinya, biasanya sudah terlambat karena kerusakan sudah terjadi dan hubungan sudah tidak dapat diperbaiki.
- Memiliki interaksi sosial yang terbatas
Memprioritaskan pekerjaan daripada hubungan membuat orang membatasi lingkaran sosialnya, terutama pada kontak kerjanya.
Ini dapat menyebabkan kurangnya keragaman dalam interaksi sosial sehingga membatasi pertumbuhan dan pemahaman emosional diri.
Meskipun bagus memiliki hubungan profesional yang kuat, tetapi jangan membiarkannya sampai membayangi hubungan pribadi.
- Sering merasa hampa
Terlepas dari kesuksesan profesionalnya, ada kekosongan yang tidak dapat diisi oleh pencapaian kerja. Ini kemungkinan berasal dari kurangnya hubungan emosional yang tulus dalam hidupnya.
Faktanya, tidak ada kesuksesan profesional yang dapat menutupi ketidakhadiran cinta dan persahabatan dari orang-orang yang disayangi. (Elga Windasari)