kubikel

Lingkungan Kerja yang Mendukung Kesehatan Mental Harus Diusahakan oleh Semua yang Terlibat

Rabu, 13 November 2024 | 19:56 WIB
Ilustrasi: Lingkungan kerja yang sehat harus diupayakan oleh semua pihak yang terlibat. (Freepik/Master1305)

PejuangKantoran.com - Di era digital seperti sekarang, cerita tentang pengalaman orang lain bisa dengan mudah kita akses. Salah satunya tentang lingkungan kerja yang kurang memperhatikan kesehatan mental para pekerjanya.

Ini tentu saja membuat banyak orang menjadi lebih sadar mengenai pentingnya budaya kerja yang sehat.

Data dari DE&I Consultant mencatat bahwa negara yang memiliki tingkat stres kerja tertinggi di dunia adalah India. Dilaporkan ada 59% pekerja yang mengalami kelelahan.

Baca Juga: Bekerja Sambil Mendengarkan Musik Boleh Atau Tidak? Simak Pendapat Seorang Direktur Sumber Daya Manusia Ini!

Bahkan pada 2021, diketahui ada sebanyak 650 ribu kasus bunuh diri di India yang sebagian besarnya disebabkan oleh pekerjaan.

Sebenarnya, lingkungan kerja yang tidak sehat ini bukan hanya merugikan para pekerja, tetapi juga bisa berdampak pada perekonomian.

Kesehatan mental yang buruk cenderung membuat pekerja tidak betah bekerja di tempat kerjanya. Akibatnya terjadi peningkatan ketidakhadiran, penurunan produktivitas, dan turnover karyawan yang lebih tinggi.

Ini tentu saja secara signifikan dapat berdampak pada keuntungan perusahaan.

Kesehatan mental dan tujuan perusahaan harus seimbang

Untuk menguntungkan kedua belah pihak, seharusnya pimpinan bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung pekerja agar mereka menjadi lebih terlibat dan produktif.

Baca Juga: BRI Sukses Turunkan Angka Kredit Macet, Ini Strateginya!

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengukur lingkungan kerja yang sehat.

Survei berkala: Menggunakan General Health Questionnaire (GHQ) atau Perceived Stress Scale (PSS), yang berguna untuk menilai tingkat stres, kepuasan kerja, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

• Employee Assistance Programs (EAP): Layanan konseling yang bersifat rahasia sehingga perusahaan bisa melacak tingkat penggunaan layanan tersebut, dan umpan balik dari pekerja.

• Pemantauan tingkat absensi dan pergantian pekerja: Jika angka turnover karyawan tinggi maka bisa mengindikasikan masalah kesehatan mental.

Halaman:

Tags

Terkini