• Indikator produktivitas: Penurunan produktivitas yang signifikan bisa menandakan adanya masalah kesehatan mental.
• Focus group atau wawancara individu: Agar antarrekan kerja saling mengenal dan menggali pengalaman tentang kesehatan mental mereka.
Baca Juga: Lelah Jiwa Dan Ragamu Karena Pekerjaan? Berikut Ini Saran Untuk Mengisi Ulang Jiwa Dan Ragamu!
Peran pemimpin dalam kesehatan mental karyawan
Pemimpin memiliki kuasa untuk mengontrol lingkungan kerja yang tercipta.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengomunikasikan kebijakan yang telah ditetapkan secara jelas, sehingga karyawan bisa mengetahui bahwa mereka memiliki dukungan di lingkungan kerjanya.
Selain itu, pemimpin juga harus menunjukkan kebiasaan sehat, seperti beristirahat dengan cukup dan membatasi waktu kerja yang wajar.
Kebiasaan ini dapat menjadi contoh positif yang mendorong karyawan untuk ikut menjaga kesehatan mentalnya.
Peran rekan kerja tak kalah penting
Sebagai rekan kerja, ciptakan suasana yang membuat sesama karyawan merasa nyaman untuk berbagi perasaan dan keluh kesahnya.
Baca Juga: Bestie-an di Kantor Banyak Manfaatnya, tapi Tetapkan Batasan biar Nggak Jadi Konflik
Jangan ragu juga untuk menawarkan bantuan jika ada rekan kerja yang sedang menghadapi kesulitan di tempat kerja. Selain itu, meluangkan waktu untuk saling ngobrol dan berbagi cerita untuk membuat hubungan di antara rekan kerja semakin erat.
Dengan memprioritaskan kesehatan mental, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif dan menyeluruh.
Ini tidak hanya meningkatkan kepuasan dalam bekerja, tetapi juga mendorong manfaat ekonomi dalam jangka panjang. (Elga Windasari)