PejuangKantoran.com - Dunia kerja semakin berkembang. Jika dulu banyak yang memiliki prioritas untuk mendapatkan promosi, sekarang banyak yang lebih memilih untuk berganti pekerjaan.
Pekerjaan baru dianggap memiliki gaji yang lebih menjanjikan, fleksibilitas yang tinggi, serta work life balance yang lebih terjamin.
Apa yang sedang terjadi?
Salah satu alasan utama orang lebih memilih pekerjaan baru dibandingkan mengejar jenjang karir adalah karenakan saat ini orang bekerja lebih lama.
Baca Juga: Lingkungan Kerja yang Mendukung Kesehatan Mental Harus Diusahakan oleh Semua yang Terlibat
Dengan mencari pekerjaan baru, ini membuat orang tidak cepat merasa lelah atau jenuh jika ingin tetap bekerja hingga usia 50 – 60 tahun.
Apalagi sejak terjadinya pandemi, banyak orang mengutamakan pekerjaan yang lebih fleksibel dan bebas dibandingkan gaji atau jabatan yang tinggi.
Selain itu, hadirnya teknologi AI sangat mempengaruhi beberapa sektor dalam dunia kerja. Agar bisa tetap bersaing, penting bagi karyawan untuk terus belajar keterampilan baru dan siap menghadapi perubahan.
Pekerja dan manajer merasa lelah dan tertekan
Berdasarkan survei Harris Poll di The Grossman Group, tercatat 75% pekerja dan 63% manajer merasa lelah dan kurang bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya.
Baca Juga: BRI Sukses Turunkan Angka Kredit Macet, Ini Strateginya!
Penyebabnya adalah banyaknya perubahan yang dilakukan, tingginya turnover karyawan, serta beban kerja yang berlebihan.
Kasus yang sering terjadi adalah pekerja yang sudah kewalahan, tidak mendapat perhatian oleh pemimpin atau manajernya. Ini membuat pekerja tidak tertarik untuk menambah tanggung jawab karena sudah merasa stres.
Menurunnya keterlibatan pekerja pada perusahaan
Menurut laporan dari Gallup, dua dari tiga pekerja di Amerika Serikat tidak merasa terlibat dengan pekerjaannya.