Tidak mesti beda untuk setiap resume atau CV yang kamu tulis untuk lowongan yang sama. Namun menurut John Lees, kamu bisa mengubah urutannya atau mengubah redkasionalnya tanpa mengubah poin-poin pentingnya.
- Ringkasan profesional paling atas
Ibarat sebuah etalase, 15-20 kata pertama dalam resume atau CV kamu itu sangat-sangat penting. Sebuah etalase jika tidak menggambarkan apa yang disediakan oleh toko yang dibutuhkan pembeli, maka pembeli tak akan masuk toko.
Kata-kata atau kalimat pertama dalam resume kamu harus menggambarkan keahlian kamu. Ringkasan profesional ini harus menjadi pembuka resume kamu.
Kalimat pertama semacam elevator pitch di mana kamu harus bisa menarik pencari karyawan. Kamu harus bisa meyakinkan apa yang mereka butuhkan itu bisa kamu penuhi.
- Tepat sasaran
Ada kalanya kamu pernah berada di bidang yang berbeda dari bidang terakhir yang kamu tekuni. Apabila bidang yang bed aini tidak relevan dengan lowongan yang tersedia, sebaiknya pengalaman di bidang tersebut tidak dituliskan di pengalaman utama yang dibutuhkan oleh pencari kerja.
Jane Helfetz menyarankan untuk membuat resume tambahan yang menyampaikan pengalaman-pengalaman di bidang lain tersebut setelah pengalaman-pengalaman utama kamu tadi.
Untu bidang professional, pengalaman kerja yang relevan, kamu samaikan di bagian awal. Sementara pendidikan dan sertifikasi bisa disampaikan setelahnya.
Baca Juga: 3 Ciri Curriculum Vitae yang Tidak Disukai Rekruter, yang Bikin CV Kamu Nggak Bakal Lolos!
- Jangan khawatir soal ‘saat yang kosong’
Ada kalanya, kamu dalam periode tertentu ‘tidak bekerja’ atau tidak terikat dalam sebuah lembaga/Perusahaan. Tidak perlu khawatir bahwa ini bakal menjadi poin minus kamu.
Sepanjang kamu bisa menjelaskan alasan ‘tidak bekerja’ tersebut dengan jujur. Bisa jadi kamu masih tetap ‘bekerja’ di bidang yang relevan namun tidak terikat di Perusahaan/lembaga tertentu.
Jelaskan alasan-alasannya dengan jujur. Bahkan jika kamu ada periode tertentu benar-benar tidak bekerja karena, misal, merawat orang tua.
Saat ini, menurut hbr.org, dari survei menemukan bahwa 87% pencari kerja cenderung tidak mempermasalahkan ‘saat yang kosong’ tersebut.
- Selektif
Sebuah resume yang menonjol dan menarik adalah bukan resume yang supermarket yang semua ada. Hindari memaparkan semua kemampuan dan pengalaman kamu dalam sebuah resume.
Selektif, pilihlah kemampuan dan pengalaman profesional yang relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh pencari kerja.
- Ceritakan pencapaian-pencapaianmu bukan tanggung jawabmu
Menyampaikan dalam resume bahwa kamu me-manage 20 karyawan, misalnya, bukanalah sebuah pencapaian. Itu memang tanggung jawab kamu.