“Khususnya pascapandemi, jika kita melihat banyak PHK sebenarnya bukan karena Gen Z malas. Hanya saja, memang itulah keadaan yang terjadi,” tegas Ed.
Solusi agar situasi menjadi lebih baik
Jadi apa yang bisa dilakukan oleh Gen Z, universitas, atau perusahaan untuk mengatasinya?
Menurut Ed, universitas dapat menjalankan program yang lebih baik sehingga lulusan baru bisa mengharapkan situasi yang adil di dunia kerja.
Selain harus bisa menjadi tempat yang dapat memberikan banyak dukungan, universitas juga perlu memberikan tantangan serta dan paparan terhadap lingkungan, ide-ide, dan pemikiran baru pada generasi Z.
“Jika universitas tidak melakukannya maka begitu para mahasiswa tersebut lulus, mereka tidak akan siap memasuki dunia kerja yang sangat berbeda dengan apa yang dipelajarinya,” Ed menjelaskan.
Lalu, para pemberi kerja juga tidak boleh memiliki pandangan miring tentang Gen Z.
Baca Juga: 7 Manfaat Gamifikasi Karyawan di Tempat Kerja, Tren Apa Lagi Ini?
Bukannya kurang berkualitas, karyawan muda mungkin hanya merasa bosan dengan realitas pekerjaan yang dialaminya, dan ini diperburuk dengan persepsi pemberi kerja terhadap Gen Z.
Satu hal yang tidak disadari pemberi kerja adalah para pekerja muda ini seringkali memiliki gelar yang sangat menantang secara intelektual, tetapi mendapatkan pekerjaan yang tidak pas untuknya. Akibatnya, mereka merasa bosan.
Ed menyarankan untuk memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan Gen Z dan apa yang mereka kuasai, agar mereka lebih bersemangat saat bekerja. (Elga Windasari)