Tools visualisasi data seperti Tableau, Microsoft Power BI, Zoho Analytics, atau Google Charts bisa menjadi pilihan jika kamu perlu membuat laporan atau dasbor yang sedang berjalan untuk klien.
4. Pengendalian internal dan penilaian risiko
Salah satu dari sekian banyak keahlian seorang auditor adalah mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi kontrol internal dan mampu menilai risiko.
Baca Juga: Jangan Sedih, Lakukan Cara Ini Jika Meta AI Belum Muncul di Whatsapp Kamu!
Pengendalian internal adalah proses yang dimiliki perusahaan untuk menjaga catatan keuangan yang akurat serta mematuhi hukum dan peraturan, yang dibagi menjadi:
• Kontrol pencegahan atau kontrol terhadap siapa yang memiliki tugas khusus, seperti otorisasi transaksi.
• Pengendalian korektif sistem yang ada untuk mendeteksi masalah atau kesalahan.
• Pengendalian detektif atau tindakan dan proses yang dilakukan jika terjadi kesalahan.
Setelah itu, kamu juga harus mampu menilai risiko di setiap tingkat ini untuk mengidentifikasi potensi kesalahan dalam catatan keuangan.
5. Pengambilan sampel dan analisis statistik
Perusahaan biasanya memiliki banyak data sehingga untuk memeriksa setiap entri dapat memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Sebagai seorang auditor, kamu perlu mempelajari teknik pengambilan sampel statistik untuk memeriksa data. Ada lima metode yang paling umum, yaitu:
Baca Juga: Karyawan Remote Ditegur Atasan usai Melewatkan Acara Kantor karena Kucingnya Sakit
• Pemilihan atau pengambilan sampel secara acak.
• Pemilihan atau pengambilan sampel secara sistematis.
• Pengambilan sampel unit moneter.
• Pengambilan sampel secara sembarangan.
• Pemilihan blok.
Selain itu, kamu juga harus dapat melakukan pengambilan sampel secara manual dan analisis statistik, serta menggunakan tools analisis data statistik untuk menilai risiko audit. (Elga Windasari)