PejuangKantoran.com - Kehadiran AI di dunia kerja seharusnya tidak perlu menjadi ancaman, jika kita tahu bagaimana menggunakan atau memanfaatkannya.
Dengan munculnya writing tools yang didukung AI, misalnya, kamu bisa mencari ide-ide saat harus membuat event, tema podcast, membuat materi presentasi, dan lain sebagainya.
Harus membuat lamaran kerja sebelum keduluan kandidat lain? Tenang, ChatGPT to the rescue!
Baca Juga: Kelemahan ChatGPT Saat Membantu Pencari Kerja Mendapatkan Pekerjaan Impian
ChatGPT, chatbot yang didukung oleh pembelajaran mesin, bisa menulis resume dan lamaran pekerjaan terperinci dalam waktu kurang dari lima menit dengan prompt yang kamu buat.
Tetapi hati-hati, kalau kamu menulis surat lamaran dengan AI, perekrut bisa langsung tahu lho!
“Sekitar 25% surat lamaran tampaknya dibuat oleh AI,” kata Bonnie Dilber, manajer perekrutan di perusahaan otomasi aplikasi Zapier.
Contoh-contoh ini tentu akan meninggalkan kesan yang buruk bagi perekrut.
“Cara itu memberi kesan bahwa pelamar mungkin tidak tahu apa yang mereka bicarakan, atau bagaimana memadukan konten yang dibuat oleh AI dengan ide-ide mereka sendiri,” kata Dilber.
Tanda kamu menggunakan AI pada lamaran pekerjaan
Baca Juga: Bergantung pada AI, Surat Lamaran Lulusan Baru Cenderung Plek-Ketiplek dengan Milik Kandidat Lain
Tanda bahaya terbesar, kata rekruter, adalah ketika lamaran pekerjaan kamu terbaca seperti template yang di-copy paste, robotik, dan klise. Bayangkan jika hal itu juga dilakukan oleh ratusan pelamar yang lain.
Menurut rekruter, ini tanda bahwa kamu menulis surat lamaran dengan AI:
• Struktur kalimat yang sama. Surat lamaran yang dibuat dengan AI memiliki struktur kalimat yang sama dan menggunakan studi kasus yang sama.
Suatu saat Dilber memberi contoh pertanyaan, "Mengapa Anda tertarik dengan posisi ini?" pada lamaran pekerjaan.