Sementara, seorang ghostwriter terjun langsung dan merasakan dinamika sosial-budaya itu dengan seluruh inderanya untuk memperkaya keaslian cerita.
4. Ketergantungan pada Data yang Sudah Ada
Kemampuan AI untuk menghasilkan konten sangat bergantung pada data yang sudah ada. Ini adalah keterbatasan AI saat cerita membutuhkan informasi baru, spekulatif, atau abstrak.
Contohnya, AI idak bisa memperkirakan tentang implikasi sosial dari teknologi futuristik hipotetis atau menggambarkan konsep abstrak seperti perasaan déjà vu.
Di sini keunggulan seorang ghostwriter sejati. Ia mampu menggunakan imajinasi, pengetahuan, dan keterampilan penelitiannya untuk menangani skenario rumit ini.
***