Sementara, seorang ghostwriter terjun langsung dan merasakan dinamika sosial-budaya itu dengan seluruh inderanya untuk memperkaya keaslian cerita.
4. Ketergantungan pada Data yang Sudah Ada
Kemampuan AI untuk menghasilkan konten sangat bergantung pada data yang sudah ada. Ini adalah keterbatasan AI saat cerita membutuhkan informasi baru, spekulatif, atau abstrak.
Contohnya, AI idak bisa memperkirakan tentang implikasi sosial dari teknologi futuristik hipotetis atau menggambarkan konsep abstrak seperti perasaan déjà vu.
Di sini keunggulan seorang ghostwriter sejati. Ia mampu menggunakan imajinasi, pengetahuan, dan keterampilan penelitiannya untuk menangani skenario rumit ini.
***
Artikel Terkait
In Memoriam: Marga T., Dokter dan Penulis Novel yang Melambungkan Novel Badai Pasti Berlalu
3 Kebiasaan Sehari-Hari yang Bikin Orang Jepang Panjang Umur dan Bahagia, Kata Penulis Ikigai
8 Penulis Novel Baru Bahas Karya Debut Mereka, dari Soal Time Travel hingga Bertukar Suami
Penulis Korea Han Kang Raih Nobel Sastra, Prosa Puitisnya Intens Mengungkap Kerapuhan Manusia
Mesin Pencari Berbasis AI OpenAI Resmi Diluncurkan di ChatGPT
Beasiswa untuk Belajar AI di 3 Universitas Bergengsi di Eropa, Cek di Sini!
Jangan Sedih, Lakukan Cara Ini Jika Meta AI Belum Muncul di Whatsapp Kamu!