kubikel

Mengapa Masyarakat Cenderung Memaafkan Pelaku Kriminal yang Berpenampilan Menarik?

Sabtu, 28 Desember 2024 | 17:34 WIB
Mengapa masyarakat berharap agar Luigi Mangione, tersangka penembakan CEO UnitedHealthCare Bryan Thompson, dibebaskan? (Instagram @_likealeaf)

PejuangKantoran.com - Pada bulan Desember 2024, Luigi Mangione ditangkap dan didakwa atas tuduhan menembak mati CEO United Healthcare Brian Thompson di New York City.

Anehnya, media sosial justru mengglorifikasi tindakannya, mengagumi senyum, fisik, dan karismanya, serta mencap peristiwa tersebut sebagai bentuk keadilan sosial.

Banyak pengguna TikTok, Instagram, dan X yang selama ini sering berbagi kenyataan pahit mengenai klaim mereka yang ditolak oleh UnitedHealthcare, menganggap kematian Thompson sebagai karma.

Baca Juga: LinkedIn Satu-satunya Media Sosial yang Menyampaikan Dukacita untuk Bos Asuransi yang Ditembak Mati

Persepsi ini telah membuat Mangione menjadi semacam "pahlawan rakyat". Masyarakat berbalik menuntut pembebasan bagi Luigi Mangione yang jelas-jelas telah melakukan kejahatan di siang bolong.

Tentu saja, tidak semua media arus utama bersikap positif terhadap cerita tersebut, tetapi tetap saja ada yang berfokus pada penampilannya.

Ketertarikan orang pada Mangione boleh dipicu oleh "Halo Effect”, tindakan stereotip di mana kita tanpa sadar menilai seseorang secara positif hanya berdasarkan satu aspek yang kita anggap baik, seperti penampilan fisik mereka.

Misalnya, jika seseorang punya wajah menarik, secara otomatis kita mengaitkan mereka dengan sifat-sifat positif lainnya, seperti cerdas, ramah, atau jujur, meskipun hal ini belum tentu benar.

Inilah yang membuat kita lebih mudah memaafkan atau tidak terlalu mengkritik orang yang tampak menarik, padahal mereka melakukan kesalahan besar.

Hal ini serupa dengan praduga yang kerap terjadi di tempat kerja. Rekruter mempekerjakan kandidat yang secara konvensional berpenampilan menarik, karena mereka tampak percaya diri, cerdas, atau berkualifikasi karena penampilannya.

Baca Juga: Lagi Wamil, Ulang Tahun V BTS Dirayakan ARMY Seminggu Berturut-turut di Lokasi Tugasnya

Penyimpangan dalam menilai kriminal

Fenomena ini juga berlaku dalam konteks hukum. Saat seseorang yang berpenampilan menarik terlibat dalam tindak kriminal, seringkali masyarakat cenderung memaafkan mereka. Bahkan, terkadang membuat pelaku kriminal terhindar dari hukuman yang setimpal.

Dalam studi yang dilakukan, ternyata orang yang dianggap menarik fisiknya mendapatkan perlakuan yang lebih ringan atau lebih sedikit tekanan sosial dibandingkan mereka yang dianggap kurang menarik.

Hal ini menunjukkan bagaimana persepsi fisik bisa mempengaruhi pandangan kita terhadap moralitas dan kelakuan seseorang.

Halaman:

Tags

Terkini