kubikel

6 Langkah Saran dari Psikolog Untuk Recovery Karena Burn Out Alias Kelelahan Kerja

Kamis, 2 Januari 2025 | 14:22 WIB
Jika mengalami burn out, lakukan 6 langkah recover saran dari psikolog ini. (Yeko Photo Studio)

Pejuangkantoran.com – Mengawali tahun 2025, setelah liburan akhir tahun, mestinya kamu sudah siap untuk ‘gas pol’ lagi. Mengambil cuti untuk liburan banyak yang jadi sarana untuk recovery setelah burn out dalam pekerjaan di kantor.

Apa sih burn out? Burn out adalah kelelahan kerja karena kamu memfokuskan pikiran dan tenaga benar-benar untuk pekerjaan. Menurut Wolrd Health Organization, burn out ini bukan kondisi medis namun lebih kepada fenomena pekerjaan.

Seseorang mengalami burn out akan mengalami tanda-tanda sebagai berikut:

  • Kehabisan energi atau kelelahan.
  • Perasaan negatif atau sinis.
  • Kinerja yang buruk.

Seorang terapis psikolog Natacha duke, MA, RP, dalam laman clevelandclinic.org menyebutkan ada 6 langkah untuk melakukan recovery karena burn out.

Baca Juga: Berusaha Menyelesaikan Terlalu Banyak Pekerjaan Hanya Bikin Kelelahan, Jangan Dinormalisasi!

Enam langkah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mengakui bahwa kamu mengalami burn out. Kamu tidak akan bisa menjadi lebih baik jika tidak mengakui bahwa situasimu saat ini perlu diubah. Pengakuan ini bisa jadi menantang dan sulit, terutama jika hal yang membuat kamu merasa lelah. Misal, mengasuh anak atau pekerjaan yang kamu sukai.
  2. Jika memungkinkan, menjauhlah dari pemicu stres. Mengambil jarak ini sangat variatif terjemahannya, tergantung pada situasi dan sumber dayamu.

Bahkan arti “jarak" bisa sepenting berhenti dari pekerjaan atau mengambil cuti panjang dari pekerjaan. Bisa juga berarti izin cuti kesehatan (mental), bahkan meluangkan waktu tanpa anak untuk melakukan  me time.

  1. Fokus pada kesehatanmu. Setelah kehabisan tenaga selama beberapa waktu, saatnya untuk mengisi ulang tenagamu. Misal, tidur satu jam lebih lama di malam hari, memasak makanan favoritmu alih-alih membeli makanan dari luar atau pergi dengan teman-temanmu. Atau apa pun yang membantumu merasa seperti diri sendiri lagi.

Baca Juga: 8 Gerakan Berikut Ini Ampuh Redakan Kelelahan Di Kantor Tanpa Harus Beranjak Dari Kursi Kerja

  1. Mengevaluasi ulang tujuan dan nilai-nilai yang kamu pegang. Saat kesehatanmu mulai membaik, inilah waktu yang tepat untuk memikirkan situasi yang menyebabkan kamu mengalami kelelahan. Apa hal yang tidak kamu punya akan tetapi kamu butuhkan untuk merasa bahagia. Apakah pola pikirmu saat ini membantu atau merugikanmu? Apakah prioritasmu selaras dengan nilai-nilaimu? Apa yang paling penting bagimu, dan mengapa?
  1. Cobalah mengkesplorasi peluang alternatif. Setelah kamu menyadari apa kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam hidupmu selama ini, waktunya untuk melakukan sesuatu. Perubahan konkret apa yang dapat kamu lakukan untuk memperbaiki situasimu saat itu? Bisa jadi kamu hanya perlu meyendiri sesaat atau bahkan memutuskan hubungan yang tidak lagi bermanfaat bagimu. Perubahan tidak harus besar untuk membuat perbedaan yang berarti dalam kehidupan sehari-harimu.
  1. Beristirahatlah dan/atau buatlah perubahan. Setelah kamu mengetahui apa yang kamu butuhkan, maka kamu harus benar-benar melakukannya. Meskipun melakukannya tidak selalu mudah, namun harus diingat bahwa hal tersebut sangat penting bagi proses pemulihan.

***

Tags

Terkini