kubikel

Teknologi AI Bisa Membantu Dokter Lebih Fokus saat Konsultasi dengan Pasien, Begini Caranya!

Sabtu, 18 Januari 2025 | 11:06 WIB
Ilustrasi: Salah satu manfaat penggunaan AI di bidang kedokteran adalah membuat transkripsi medis dari hasil konsultasi dokter dan pasien. (Freepik/DC Studio)

Penelitian oleh Universitas Oxford pada 2020 juga menemukan bahwa 44% dari pekerjaan administratif yang dapat diotomatisasi, baik sebagian besar atau seluruhnya, dapat memberikan waktu lebih bagi dokter untuk dihabiskan bersama pasien.

Sudah banyak di Eropa dan Amerika

Salah satu perusahaan yang mengerjakan teknologi tersebut adalah Corti dari Denmark.

Baca Juga: Film Sebelum 7 Hari Mengangkat Kisah Arwah Nenek yang Gentayangan dengan Eskalasi Ketegangan Bertahap

Mereka telah mengembangkan penggunaan AI di bidang kedokteran untuk mendengarkan konsultasi perawatan kesehatan, baik melalui telepon maupun secara langsung.

Bahkan, AI bisa menyarankan pertanyaan tindak lanjut, pilihan perawatan, dan mengotomatisasi pencatatan.

Corti mengatakan bahwa teknologinya memproses sekitar 150.000 interaksi pasien per hari di seluruh rumah sakit, operasi dokter umum, dan institusi perawatan kesehatan di seluruh Eropa dan Amerika Serikat.

Lars Maaløe, salah satu pendiri dan Chief Technology Officer di Corti, menjelaskan bahwa ide awalnya adalah membuat dokter bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasien.

Jadi, perusahaannya membuat teknologi yang dapat menyarankan pertanyaan berdasarkan konsultasi sebelumnya, yang telah didengar AI dalam perawatan kesehatan lainnya.

Baca Juga: Elon Musk Dikabarkan Bakal Membeli TikTok Amerika dengan Harga yang Sama dengan Twitter

Harus dengan izin pasien

Lars mengingatkan bahwa teknologi yang dibuat di Corti juga dapat melihat data historis pasien. Misalnya, AI bisa mengingat bahwa pasien A pernah menderita sakit di lutut kanan, yang mungkin tak diingat pasien.

Jadi, ia menyarankan para dokter untuk memberitahu pasien mengenai teknologi AI yang akan digunakan.
Meskipun menjamin data yang terkumpul tidak akan keluar dari sistem, tetapi praktik terbaik adalah dengan memberitahukannya pada pasien.

“Jika pasien menentangnya, dokter tidak dapat merekamnya,” tegasnya. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini