Pejuangkantoran.com – Saat ini, peluang untuk mendapatkan beasiswa studi ke luar sangat lah besar, baik untuk level S1, S2, hingga S3. Selain itu, informasi tentang terkait dengan proses seleksi hingga manfaat apa yang akan didapat saat diterima, juga sudah lengkap.
Namun terkadang. bagi kamu yang baru akan dunia beasiswa dan baru akan apply untuk ikut seleksi beasiswa, terkadang bertemu dengan istilah-istilah yang asing karena bisa jadi baru pertama kali kamu dengar.
Dan, istilah-istilah tersebut sangat penting karena tak hanya terminologI jenis beasiswanya sendiri tapi juga terutama terkait dengan syarat-syarat lamaran, keperluan tes seleksi, syarat-syarat lulus, hal-hal yang harus dipenuhi setelah diterima, hingga berbagai kepentingan selama hidup di negara tujuan selama studi saat sudah diterima.
Berikut ini berbagai istilah dalam dunia beasiswa, seperti yang disampaikan di akun Instagram @kobieducation dan berbagai sumber lain:
Berbagai Macam Beasiswa
- Scholarship: Istilah dalam bahasa Inggris untuk beasiswa.
- Grant: Istilah dalam bahasa Inggris untuk hibah.
- Aid: Istilah dalam bahasa Inggris untuk bantuan.
- Tuition: Istilah dalam bahasa Inggris untuk biaya kuliah.
- Fellowship: Bentuk beasiswa untuk pengembangan profesional di bidang tertentu.
- Exchange: Program beasiswa non-reguler.
- Merit Based: Beasiswa berdasarkan prestasi akademik tinggi
- Student Visa: Izin resmi untuk siswa asing menempuh pendidikan di negara tertentu
- Degree: Istilah dalam bahasa Inggris untuk gelar
- Double Degree: Dua gelar berbeda yang diperoleh pada saat yang bersamaan
- Undergraduate: Jenjang pendidikan setara S1 pada instansi pendidikan di luar negeri
- Postgraduate: Jenjang pendidikan setara S2 dan S3 bagi perkuliahan di luar negeri
Jenis-Jenis Beasiswa
- Full Scholarship: Beasiswa yang mencakup biaya kuliah, biaya hidup, ditambah benefit lainnya (transportasi menuju dan dari negara pemberi beasiswa, asuransi kesehatan, dan sebagainya).
- Partial Scholarship: Bieasiswa yang hanya menanggung sebagian biaya kuliah atau biaya hidup.
- Merit-based Scholarship: Beasiswa yang diberikan berdasarkan prestasi akademik atau pencapaian tertentu.
- Need-based Scholarship: Beasiswa yang diberikan berdasarkan kebutuhan finansialmu.
- Research-based Scholarship: Beasiswa yang biasanya diberikan kalau kamu akan melakukan penelitian sebagai bagian dari studi pemberi beasiswa.
- Government Scholarship: Beasiswa yang diberikan berdasarkan kebutuhan finansialmu.
Baca Juga: Apa Itu Beasiswa Bundling, Salah Satu Program Beasiswa Baru yang Disediakan LPDP?
Berkas Syarat Beasiswa
- Personal Statement: Esai yang menjelaskan alasan, motivasi, dan tujuanmu utuk mengikuti studi di luar negeri
- Motivation Letter: Esai yang menyampaikan penjelasan kenapa kamu tertarik untuk mengikuti program beasiswa tertentu dan apa yang ingin dicapai dari studi tersebut.
- Study Plan: Esai yang menjelaskan rencana studimu di luar negeri, termasuk bagaimana program tersebut akan mendukung bidang pekerjaanmu, karier profesional dan masa depan pelamar.
- Letter of Recommendation: Surat rekomendasi yang diberikan oleh dosen, atasan, atau orang yang mengenalmu dengan baik sebagai pendukung aplikasimu.
- Motivation Letter: Esai yang menjelaskan alasan ketertarikan untuk mengikuti program tertentu dan apa yang ingin dicapai dari studi tersebut.
- Study Plan: Esai yang menjelaskan rencana studimu di luar negeri termasuk bagaimana program tersebut mendukung karier masa depan.
- Letter of Acceptance (LoA): Surat resmi dari universitas yang mengonfirmasi kamu telah diterima dalam program studi yang dituju. Surat ini ada dua macam:
- LoA Conditional: Mencantumkan syarat tertentu yan masih harus dipenuhi sebelum bisa resmi diterima;
- LoA Unconditional: Kamu telat memenuhi semua persyaratan penerimaan dan siap untuk memulai studi.
Baca Juga: Berencana Kuliah di Belanda? Jangan Lupa Cek Informasi Beasiswa StuNed dan Orange Tulip
Proses Verifikasi dan Legalitas Berkas
- Transisi Berkas: Dokumen diterjemahkan ke Bahasa Inggris (biasanya) yang diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah supaya terjamin akurasinya.
- Notarisasi Berkas: Berkas-berkas kamu harus diverifikasi oleh notaris untuk memastikan bahwa dokumen tersebut benar dan asli.
- Legalisasi Berkas: Berkas-berkas kamu harus disahkan oleh pihak berwenang (seperti kementerian) untuk memastikan dokumen tersebut sah di luar negeri.
- Apostille Berkas: Dokumen yang sudah dilegalisasi disahkan secara internasional.