Ketika suatu argumen dikaitkan dengan ego pribadi, akan jauh lebih sulit untuk terlibat dalam kompromi yang konstruktif.
Karena itu berusahalah jangan menganggap persoalan itu secara pribadi. Ini akan memungkinkan kamu untuk menghilangkan unsur personal dari situasi tersebut dan mencapai resolusi lebih cepat.
- Tetap tenang
Kemarahan hanya akan menjadi pembatas dalam penyelesaian konflik, terutama jika melibatkan pemimpin. Tetap tenang dalam berkomunikasi, sembari kamu menyiapkan argumentasi yang tepat.
Kesadaran emosional adalah kunci untuk tetap bersikap netral. Dengan tetap tenang akan lebih mudah untuk mencapai solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.
- Cari isyarat non-verbal
Bahasa tubuh dan isyarat nonverbal yang halus dapat mengungkapkan banyak hal tentang apa yang sebenarnya terjadi. Terutama jika kamu berhadapan dengan seseorang bersifat introvert atau tidak terbiasa menghadapi konflik secara langsung.
Kemampuan kamu untuk "membaca situasi" dan mengidentifikasi saat bahasa tubuh seseorang tidak sesuai dengan kata-katanya sangat penting untuk mendorong argumen menuju penyelesaian.
Baca Juga: 10 Cara Efektif dan Profesional dalam Mengatasi Konflik dengan Rekan Kerja
- Tunjukkan kemauan
Tujuan akhir dalam konflik apa pun adalah mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Terkadang hal ini memerlukan kemauan untuk mengesampingkan tujuan pribadi dan ego untuk mencapai solusi kolektif.
Apabila ada kebuntuan antara kedua belah pihak, maka dengan komitmen dan kemauan kamu sebagai pimpinan dalam menyelesaikan masalah, maka konflik bisa diselesaikan lebih awal dan cepat.
- Bersikaplah sabar
Kita sepakat bahwa konflik bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Itu adalah sesuatu yang harus dikelola.
Namun terkadang, perlu waktu untuk bisa menemukan solusi yang bisa bertahan lama. Apalagi jika kedua belah pihak ngotot dengan argumen mereka.
Jika kamu terburu-buru dalam mencapai resolusi, mungkin aka nada pihak yang merasa diabaikan, sehingga kesepakatan menjadi tidak pasti.
Dengan sabar, dengarkan semua argument, maka kemungkinan kamu akan mencapai resolusi yang tepat waktu.
- Tetaplah bersikap netral
Hindari sikap memihak pada satu pihak, karena ini akan menyulitkan dalam menyelesaikan masalah, malah dapat memperburuknya.
Dengarkan penjelasan dari kedua belah pihak. Cobalah untuk melihat masing-masing pihak yang berkonflik sebagaimana adanya. Hindari untuk secara pribadi mempertimbangkan orang-orang yang terlibat dan kepribadian mereka.