Menyelesaikan Konflik di Kantor, Lakukan 11 Teknik Berikut Ini Agar Win-Win Solution

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 10 Februari 2025 | 14:22 WIB
Tetap tenang dan tidak berpihak adalah salah satu teknik dalam meyelesaikan masalah secara efektif. (Drazen Zigic)
Tetap tenang dan tidak berpihak adalah salah satu teknik dalam meyelesaikan masalah secara efektif. (Drazen Zigic)

Pejuangkantoran.comMenyelesaikan konflik dengan rekan kerja di kantor itu adalah seni mengelola emosi pribadi dan dalam berkomunikasi. Kita tahu bahwa ada lima perilaku utama dari individu yang akan menjadi cara bagaimana masing-masing individu itu merespon konflik.

Lima perilaku utama itu adalah menghindari, bersaing, berkompromi, menakomodasi, dan berkolaborasi. Dai kelima perilaku ini, ada yang sebaiknya kamu hindari atau kamu Atasi dengan tepat, ada yang memang sebaiknya dilakukan karena memberikan akhir yang win-win solution.

Nah, untuk mendukung penyelesaian konflik dengan baik, selain memerhatikan lima perilaku di atas, menurut betterup.com juga ada 11 teknik yang akan membantumu dalam menyelesaikan konflik dengan baik.

  1. Pilih strategimu dengan bijak

Tidak ada jawaban yang benar atau salah tentang bagaimana dan kapan menggunakan strategi penyelesaian konflik. Pilih strategimu secara tepat supaya cara penyelesaiannya menjadi efektif.

  1. Jangan bersikap defensif

Umum ketika seseorang terpojok akan bersikap defensive. Namun, sikap seperti itu justru akan menghalangi kamu untuk bisa melihat, apalagi memahami posisi orang lain secara jernih.

Cobalah untuk menempatkan diri kamu pada posisi pihak lawan untuk memahami pola pikir dan perspektif mereka. Meskipun kamu tidak harus setuju dengan pandangan mereka, namun teknik ini akan membuka pintu untuk maju ke tahap penyelesaian.

Baca Juga: 5 Strategi Manajemen Konflik yang Mesti Kamu Tahu dan Pahami Agar Bisa Memberikan Solusi Terbaik

  1. Dengarkan secara aktif

Lebih  banyak mendengarkan secara aktif adalah kunci keberhasilan komunikasi. Dan hal ini sangat mendasar dalam hal penyelesaian konflik dan pengelolaan konflik tim.

Dengan mendengarkan secara aktif, kamu jadi memahami apa yang menjadi kekhawatiran mendasar seseorang tentang situasi tersebut.

Dengan begitu, bisa jadi kamu akan menemukan poin baru dalam argumen mereka, yang membantu mendorong pemecahan masalah secara kolaboratif.

 

  1. Bersikaplah rendah hati

Yang menjadi dasar dari teknik ini adalah meskipun kamu berada dalam posisi terkuat dalam sebuah argumen, namun masih ada kemungkinan kamu bisa salah. Itulah kunci kerendahan hati.

Seorang pemimpin yang rendah hati tidak menggunakan strategi kompetitif saat berinteraksi dengan orang lain. Ia akan terbuka terhadap masukan dan mendengarkan semua pendapat alih-alih memaksakan agenda mereka secara membabi buta.

  1. Jangan meremehkan

Pemimpin yang punya leadership bagus, menyadari bahwa argumen tidak ditujukan kepada orang secara pribadi, tetapi pada masalah yang sedang dihadapi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: betterup.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X