Pejuangkantoran.com - Work-life balance bagi orang yang masih single saja sudah sangat sulit dilakukan, apalagi jika sudah memiliki anak. Kesulitannya tentu saja akan semakin bertambah.
Para mahasiswi di Universitas Yamanashi yang peduli dengan gaya kerja mereka di masa depan, peduli dengan masalah ini.
Untuk mendapatkan solusinya, mereka berinteraksi dengan orang-orang yang sudah memiliki anak serta berasal dari kota besar dan kecil, untuk mempelajari berbagai cara untuk menyeimbangkan kehidupan di rumah dan di tempat kerja.
Baca Juga: 'Conscious Unbossing', Karyawan Gen Z Ingin Menapaki Karir tetapi Enggan Mengelola Anak Buah
Orang tua ajak anak bekerja sambil liburan
Inisiatif ini dimulai pada Juni 2024 oleh enam mahasiswa tahun ketiga yang mempelajari kegiatan masyarakat di Fakultas Ilmu Kehidupan dan Lingkungan.
Mereka bahkan mendirikan organisasi mahasiswa “FC”, yang merupakan singkatan dari “family”, “future”, “communication”, “children”, serta konsep-konsep lainnya yang berhubungan dengan keluarga dan anak.
Ide mendirikan organisasi ini adalah untuk memperluas gambaran mengenai cara orang tua membesarkan anaknya sambil bekerja, dengan mendengarkan cerita orang-orang yang sudah mengalaminya.
Baca Juga: Bukan Hanya Karyawan yang Harus Mengusahakan Work-Life Balance, tapi juga Atasan
Salah satu cara baru dalam bekerja yang mereka teliti “pekerjaan orang tua-anak” yang menggabungkan pekerjaan dan liburan.
Jadi, anak-anak bisa merasakan pengalaman alam dan kegiatan lainnya, sedangkan orang tua mereka bekerja di tempat tujuan.
“Workation” untuk orang tua dan anak-anak
Pada November 2024, mereka menyelenggarakan workation untuk orang tua dan anak-anak yang selama ini tinggal di perkotaan. Mereka diajak ke desa Kosuge, Prefektur Yamanashi.
Selama di sana, mereka juga melakukan wawancara dengan para orang tua dan anak-anak.