Pejuangkantoran.com - Seperti namanya, audit manager atau manajer audit memiliki peran penting dalam mengawasi operasi harian perusahaan dengan menandai setiap ada hal yang tidak beres atau tidak sesuai dalam keuangan.
Posisi dengan risiko tinggi ini menjadi pekerjaan penting dalam menjaga posisi strategis dan keuangan bisnis.
Dengan tanggung jawab yang besar tersebut, tak heran jika gaji manajer audit cukup besar. Di Indonesia, gaji terbesar untuk profesi mencapai lebih dari Rp16 juta per bulan.
Pekerjaan seorang manajer audit
Tugas utama seorang manajer audit berkisar pada pemeriksaan laporan keuangan perusahaan dan memastikan kepatuhannya terhadap hukum dan peraturan.
Sehari-harinya kamu akan meninjau dokumen keuangan, menilai risiko, melakukan audit, dan membuat rekomendasi untuk meningkatkan kinerja keuangan.
Baca Juga: 7 Keuntungan Menjadi Individual Contributor daripada Menjadi Manajer yang Mengelola Anak Buah
Berikut adalah daftar tanggung jawab umum seorang manajer audit.
- Merencanakan dan melaksanakan audit. Caranya adalah menetapkan tujuan, mengembangkan rencana audit, berkoordinasi dengan auditor, dan mengawasi proses audit. Tujuannya untuk memantau kinerja keuangan perusahaan
- Meninjau laporan keuangan. Dengan memastikan laporan keuangan akurat dan bebas dari kesalahan, kamu akan membantu menjaga transparansi dan kepercayaan para pemangku kepentingan, termasuk investor dan badan pengatur.
- Mengomunikasikan temuan audit. Selain menyampaikan informasi sensitif secara efektif dan profesional, kamu juga harus menyarankan cara-cara untuk mengatasi masalah keuangan.
- Menjaga kepatuhan terhadap peraturan. Termasuk selalu mengetahui peraturan yang berlaku, memastikan perusahaan mematuhinya, dan mengambil tindakan korektif ketika ditemukan ketidaksesuaian.
Cara jadi audit manager
Untuk memiliki profesi ini, dibutuhkan gelar sarjana di bidang akuntansi, keuangan, atau bidang serupa.
Selain itu, saat ini banyak perusahaan yang lebih memilih kandidat bersertifikasi memvalidasi keahlian kamu di bidang tersebut.
Misalnya, untuk menjadi auditor eksternal, kamu membutuhkan sertifikasi CPA. Sementara untuk auditor internal dibutuhkan sertifikasi CIA. Lalu, ada beberapa sertifikasi tingkat lanjut yang bisa dimiliki, antara lain CMA, CFSA, CISA, CFE
Seiring dengan perkembangan karier, kamu mungkin juga perlu membiasakan diri dengan teknologi baru yang digunakan dalam audit, seperti sistem analisis data.
Keterampilan yang harus dimiliki