• A: “Saya menemui manajer untuk berkompromi dan ingin menyampaikan bahwa kami ingin tetap bisa cuti, tetapi tidak dapat merencanakannya jauh-jauh hari. Kompromi tersebut harus memberikan keadilan untuk kedua belah pihak.”
• R: “Saya menguraikan kebijakan PTO perusahaan yang meminta pemberitahuan 14 hari sebelumnya dan mengharuskan orang tersebut untuk berbagi pekerjaan dengan orang lain saat cuti.
Baca Juga: Tim Elang Relawan BRI Serahkan Langsung Bantuan bagi Warga Jabodetabek yang Terdampak Banjir
Ini berarti mereka dapat mengambil PTO selama pekerjaannya akan tetap berjalan, yang mendorong tim untuk lebih bekerja sama dan berkolaborasi lebih banyak.
Pada akhirnya, semua orang dalam tim dapat mengambil PTO dan pekerjaan kamu tidak terlalu terpengaruh.
Saat memiliki masalah dengan rekan kerja
• S: “Saya memiliki rekan kerja yang sering lupa mencoret pekerjaan yang telah selesai. Hal ini memperlambat seluruh proses kerja karena kami menjadikan cara tersebut patokan untuk memulai tugas yang lain.”
• T: “Saya berinisiatif untuk mendekatinya dan mencari tahu mengapa dia selalu lupa melakukannya.”
• J: “Setelah mengalami beberapa perbedaan pendapat, saya menawarkan solusi alternatif yang akan membantu menyelesaikan tugas-tugasnya, dan memastikan bahwa solusi tersebut tidak memperlambat pekerjaan kami.”
Baca Juga: Adopsi GenAI di Indonesia Meningkat Pesat, Namun Keterwakilan Perempuan Masih Tertinggal
• R: “Akhirnya, kami mulai memasukkan semua proyek dan tugas ke dalam alat bantu manajemen proyek, yang menyertakan pengingat dan menetapkan tanggal penyelesaian.
Hal ini sangat membantu dan dapat menghemat waktu karena kami jadi mengetahui posisi kami saat ini dalam timeline pekerjaan.”
Itulah contoh jawaban menggunakan metode STAR yang bisa kamu lakukan saat wawancara kerja. Semoga membantu! (Elga Windasari)