kubikel

Dilema Pekerja Perempuan saat Harus Memilih: Mau Disukai atau Dianggap Kompeten?

Jumat, 14 Maret 2025 | 22:03 WIB
Ilustrasi: Bagi karyawan perempuan, jadi orang yang disukai dan kompeten seringkali tidak sejalan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Tak ada orang yang tak ingin disukai, termasuk di tempat kerja yang sebenarnya memiliki tingkat persaingan tinggi.

Sebenarnya, tidak ada yang salah juga dengan jika kamu ingin disukai oleh rekan kerja. Namun, yang menjadi masalah adalah ekspektasi mengenai rasa suka tersebut.

Lebih khusus lagi, ekspektasi yang berbeda antara pekerja perempuan dengan laki-laki.
Sederhananya, pekerja perempuan diharapkan untuk menjadi menyenangkan dan disukai, dibandingkan dengan pekerja laki-laki.

Baca Juga: Dari Arjosari, Pacitan, Gula Aren Temon Kini Sukses Menembus Pasar Global dengan Dukungan BRI

Menurut survei yang dilakukan oleh LinkedIn, laki-laki dan perempuan sama-sama cenderung menggambarkan diri mereka sebagai pekerja yang pandai dalam pekerjaannya atau percaya diri.

Namun, faktanya ada kemungkinan 10% perempuan untuk menghilangkan istilah disukai dalam wawancara kerja. Mengapa?

Perempuan antara “tidak cukup” atau “terlalu”

Pernahkah kamu merasa seperti apa pun yang kamu lakukan tidak pernah cukup pas? Kalau terlalu lembut, dibilang kurang tegas. Kalau lebih tegas, dibilang terlalu agresif.

Konsep ini sering disebut sebagai Goldilocks Conundrum, yang terinspirasi dari dongeng Goldilocks and the Three Bears. Dikisahkan, Goldilocks mencari sesuatu yang “tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin, tapi pas.”

Masalahnya, standar “pas” ini sering kali tidak jelas dan terus berubah, terutama bagi perempuan. Di dunia kerja, perempuan sering mendapat umpan balik yang bertolak belakang:

Baca Juga: 10 Langkah yang Harus Dilakukan Oleh Supervisor Dalam Melakukan Feedback yang Efektif

“Kamu kurang tegas.” Tapi kalau mulai lebih tegas? “Kamu terlalu dominan.”

“Kamu kurang emosional.” Tapi kalau lebih ekspresif? “Kamu terlalu emosional.”

“Kamu kurang percaya diri.” Tapi kalau lebih percaya diri? “Kamu arogan.”

Intinya, apa pun yang dilakukan selalu dikritik, dan ekspektasi yang ada sering kali bertentangan. Akibatnya kamu tidak bisa fokus pada keterampilan kamu, karena harus terus menyesuaikan diri agar sesuai dengan standar yang selalu berubah.

Halaman:

Tags

Terkini