6. Merasa kurang dihargai
Merasa kurang dihargai adalah faktor lain yang memicu banyaknya karyawan yang resign. Itulah sebabnya perusahaan harus memberitahu karyawan bahwa dia melakukan pekerjaan yang fantastis untuk membantu menciptakan karyawan yang puas.
7. Bos yang toxic
Punya bos yang mengerikan dapat merusak pengalaman karyawan dengan perusahaan. Begitu banyak karyawan teladan yang berhenti dari pekerjaannya karena atasan yang toxic.
Baca Juga: Dari Arjosari, Pacitan, Gula Aren Temon Kini Sukses Menembus Pasar Global dengan Dukungan BRI
Jadi, saat mempekerjakan seorang manajer, perusahaan harus memastikan bahwa orang tersebut memiliki keterampilan leadership yang baik.
8. Tidak ada peluang pertumbuhan
Setiap karyawan membutuhkan kesempatan untuk berkembang. Jika tidak, mereka akan mencari peluang pertumbuhan di tempat lain. Terjebak di posisi yang sama selama bertahun-tahun tanpa harapan untuk maju, bisa melemahkan semangat karyawan.
9. Masalah tim
Alasan mengapa banyak karyawan berpotensi berhenti dari pekerjaannya adalah karena anggota tim yang justru menambah beban, tidak berkomunikasi dengan baik, dan tak mampu bersikap profesional.
Baca Juga: Asyik Banget, ASN Bakal Dapat Jatah 4 Hari WFA Sebelum Lebaran!
Jika karyawan merasa rekan kerjanya tidak memenuhi standar tersebut, dia pasti memilih keluar dari pekerjaan.
10. Tidak ada work-life balance
Adanya work-life balance berarti perusahaan menghormati bahwa karyawan memiliki kehidupan di luar pekerjaan. Perusahaan yang tidak mengganggu hak dasar ini, akan membuat karyawan lebih produktif dan terlibat saat bekerja.