kubikel

8 dari 10 Orang Percaya, Karyawan yang Menarik Lebih Sering Dipromosikan dan Naik Gaji

Senin, 17 Maret 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi: Karyawan yang berpenampilan menarik cenderung lebih sering dipromosikan atau menerima kenaikan gaji. (Freepik/THIETVU)

Pengeluaran untuk mengubah penampilan

Survei ini menunjukkan bahwa meskipun ada faktor alami dalam "pretty privilege," banyak orang juga mengusahakan agar bisa tampil menarik dengan berbagai cara.

Sebanyak 74% dari mereka yang memberi diri mereka skor 9 atau 10 mengaku mengeluarkan uang ekstra untuk perawatan dan grooming.

Baca Juga: Kalau Dipakai dengan Benar, AI Bisa Bantu Kamu Dapat Pekerjaan Lho!

Hanya mereka yang menilai dirinya 7 atau lebih yang menghabiskan lebih dari $101 (sekitar Rp1,6 juta) per bulan untuk produk perawatan kerja.

Orang dengan skor 6 ke atas menghabiskan lebih dari $500 (sekitar Rp8,1 juta) per bulan untuk pakaian dan aksesori kerja.

Hal ini menciptakan siklus: mereka yang merasa menarik cenderung lebih banyak mengeluarkan uang demi penampilan mereka, yang mungkin meningkatkan cara mereka diperlakukan di tempat kerja, lalu membuka lebih banyak peluang karier dan gaji lebih tinggi.

Apa artinya untuk dunia kerja?

Hasil survei ini memberikan banyak pelajaran tentang bias kecantikan di dunia kerja. Meskipun tidak membuktikan apakah orang sukses karena daya tarik atau karena mereka punya lebih banyak uang untuk merawat diri, jelas bahwa penampilan memiliki pengaruh besar dalam perjalanan karier seseorang.

Baca Juga: Puasa Bukan Alasan Buat Mager, Ini Cara Jitu Tetap Dapat 10.000 Langkah Tiap Hari Saat Ramadan

Bagi perusahaan, data ini menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan objektivitas dalam perekrutan dan promosi. Keputusan karier seharusnya lebih didasarkan pada kemampuan dan prestasi, bukan sekadar penampilan fisik.

Bagi karyawan, terutama yang baru memulai karier, investasi dalam penampilan mungkin bisa menjadi langkah strategis. Namun, tekanan untuk memenuhi standar kecantikan juga bisa menciptakan lingkungan kerja yang tidak adil.

Dengan hampir dua pertiga karyawan merasa terpaksa mengubah penampilan alami mereka untuk menyesuaikan diri dengan standar kecantikan di tempat kerja, mungkin sudah waktunya bagi perusahaan untuk mulai mempertimbangkan kebijakan yang lebih inklusif dan adil.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu pernah merasa diperlakukan berbeda di tempat kerja karena penampilan?

Halaman:

Tags

Terkini