Pejuangkantoran.com - Di tempat kerja, kamu bisa menemukan berbagai jenis orang: Si narsis, si tukang nyela, si rela berkorban, si backstabber (jika kurang beruntung), dan juga sahabat (jika beruntung).
Salah satu yang sebenarnya bisa membuat lingkungan kerja tidak nyaman, tetapi tidak terlalu menarik perhatian adalah si pengeluh.
Jika kamu memiliki rekan kerja seperti ini dan sudah membuat kamu kesal, berikut adalah beberapa cara untuk menangani situasi tersebut.
- Pertimbangkan alasannya mengeluh
Mungkin saja keluhan rekan kerja sebenarnya memiliki alasan di baliknya.
Misalnya, keluhan tentang penyesuaian diri dengan sistem software baru bisa jadi menutupi ketakutannya untuk beradaptasi dengan perubahan atau bahkan perasaan tersingkir karena usianya yang sudah lebih tua.
Setidaknya, dengan mengetahui hal tersebut, kamu akan merasa lebih berempati.
Baca Juga: Terus-terusan Mengeluh karena Stres Ternyata Tidak Memberikan Dampak yang Kamu Inginkan
- Dengarkan dan biarkan
Terkadang ketika seseorang memiliki keluhan, mereka hanya ingin seseorang mendengarkan keluhannya dan memvalidasi bahwa mereka benar untuk merasa kesal.
Pembicara pemberdayaan Erica Latrice mengatakan, jika kamu harus berada di sekitar orang yang sering mengeluh, sering-sering mengatakan kepadanya, “Aku juga pasti ngerasain hal yang sama kalau jadi kamu.”
Kalimat seperti itu membuat si pengeluh merasa didengar dan dapat menghentikan untuk terus mengulangi keluhannya.
Kamu tak perlu masuk menawarkan solusi untuk “memperbaiki” apa yang ia keluhkan atau memberikan alasan keluhan tersebut tidak seburuk yang dikatakannya.
Baca Juga: Begini Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Kasar dan Suka Menciptakan Konflik di Tempat Kerja
Kedua pendekatan tersebut meski bermaksud baik, tetapi dapat terasa meremehkan bagi orang yang mengeluh.
Ini justru bisa menjadi bumerang karena membuat si pengeluh mengulangi keluhannya sampai merasa didengar.