“Lebih baik kamu bikin lima lamaran yang benar-benar kamu pikirkan dan sesuaikan, daripada seratus yang semuanya template dan nggak personal,” kata Tejal Wagadia, rekruter di industri teknologi.
Baca Juga: 5 Cara Perlihatkan Rasa Antusias saat Wawancara Kerja, Bisa Meningkatkan Kesempatan Diterima!
Jangan Asal “Ngaku”
Satu hal lagi yang harus diingat: jangan pernah mencantumkan pencapaian atau keahlian palsu yang cuma hasil karangan AI.
Bisa jadi boomerang saat proses wawancara dan merusak reputasimu. Seperti kata Kelli Hrivnak, rekruter bidang teknologi dan digital, “Kalau kamu bohong soal pencapaianmu, itu bisa merusak integritasmu sebagai calon karyawan.”
AI itu canggih, tapi bukan pengganti kejujuran dan sentuhan personal dalam proses melamar kerja. Perusahaan sedang mencari manusia, bukan robot. Jadi, tunjukkan sisi autentik kamu — bukan cuma karena itu yang membuat lamaranmu beda, tapi juga karena itulah yang bikin kamu layak untuk dipertimbangkan.