Jika kamu satu visi dengannya dan bersedia menjadi pendukung utamanya, atasan akan mulai percaya bahwa kamu berkomitmen terhadap kesuksesannya.
Kamu juga akan mendapatkan nilai tambah jika membantunya memecahkan masalah dan bekerja untuk mencapai hasil yang diinginkannya.
Baca Juga: Berperan Sebagai Antagonis di Penjaga Iblis: Dosa Turunan, Niken Anjani Merinding Sendiri
Kelola kekhawatiran atasan
Cara terbaik untuk mendapatkan dukungan dan persetujuan dari atasan, bahkan yang sensitif sekalipun, adalah dengan menunjukkan bahwa kamu memperhatikan kepentingannya dan ingin membantunya.
“Jika kamu ingin mengarahkan fokus pemimpin, beritahukan bahwa apa yang kamu lakukan dijalankan demi tujuan dan visinya,” Lipp menyarankan.
Namun, berhati-hatilah dalam menyampaikan saran atau komentar. Pertama-tama, jangan melakukannya di depan umum karena kamu tidak boleh merendahkan otoritas mereka di mata orang lain.
Lalu, perjelas manfaat dari apa yang kamu lakukan, terutama untuk visi yang dimiliki atasan.
Perlihatkan dengan tindakan
Semua orang bisa memberikan saran. Agar berbeda dari orang lain, kamu harus memiliki rencana untuk melakukan tindakan.
Dapatkan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan nyata, lalu ajukan itu sebagai sebuah rencana. Ini akan membuat pendapat kamu akan terdengar lebih kuat.
Baca Juga: Ini Kata-kata Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Wafat ke Perawat Pribadinya
Jika atasan tidak langsung setuju, jangan langsung menyerah dan mundur. Anggaplah penolakan sebagai kesempatan untuk menyempurnakan rencana tindakan atau cara menyampaikan proposal.
Lipp bilang, “Jangan anggap kekalahan sebagai ‘kekalahan akhir’. Itu hanya sebuah ujian bagi kamu untuk tetap mempertahankan nilai-nilai diri. Ini dihadapi oleh hampir semua orang yang melakukan perubahan.”
Jika kamu konsisten memberikan pendapat yang bisa memajukan rencana bersama, maka orang-orang akan lebih menghormati kamu.