Ketika semua itu akhirnya disuarakan, kepercayaan mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Pada akhirnya tim merasa diperhatikan, bukan hanya diminta untuk menjalankan tugas.
Adil lebih penting dari menang
Saat hasil tak bisa dijamin, anggota tim akan melihat pada proses.
Jadi, pastikan untuk mengambil keputusan yang adil, dengan memastikan bahwa pendapat seluruh tim sudah dihargai sebelum keputusan tersebut dibuat.
Penelitian membuktikan bahwa saat proses berlangsung dengan adil, orang lebih mudah menerima hasilnya. Meskipun hasil tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Baca Juga: Meski Masih Jadi Karyawan Entry Level, 5 Leadership Skill Ini Perlu Kamu Miliki
Ini karena secara neurologis, otak manusia merespons keadilan dalam proses dengan lebih positif. Apalagi jika merasa dihargai dan dilibatkan.
Pada masa ketidakpastian, rasa keadilan akan menjadi dasar kepercayaan yang paling kuat menghadapi guncangan.
Setelah dipahami barulah arahkan
Setelah tim merasa dilibatkan dan kepercayaan mulai pulih, barulah pemimpin bisa bicara tentang harapan, arah baru, atau strategi.
Namun, pastikan urutannya tidak salah. Pastikan berbagi visi yang baru ketika perasaan tim sudah dipahami dan keraguan mereka terjawab.
Di masa sulit, pemimpin tak perlu menjadi penyelamat, tetapi lebih tentang kehadiran.
Ini karena pemimpin yang baik bisa mendengarkan, menanggapi dengan tulus, dan mengambil keputusan dengan adil. ***