kubikel

Proses Perekrutan Sering Berlaku Kurang Adil pada Kandidat, Kepribadian Lebih Diutamakan daripada Kompetensi

Jumat, 30 Mei 2025 | 19:29 WIB
Dalam wawancara kerja, perekrut mungkin akan mengajukan pertanyaan untuk lebih memahami kepribadian kamu. (Freepik)

Karena jika dianggap terlalu tegas, wanita sering mendapatkan reaksi negatif karena dianggap melanggar stereotip jender yang ada.

Proses perekrutan harus lebih objektif

Ironisnya, kandidat yang menerima perhatian terkait kemampuannya sering tidak lolos seleksi. Sementara mereka yang diterima lebih sering dipuji karena kepribadian serta kesan positif yang ditampilkan.

Temuan ini menunjukkan bahwa feedback wawancara cenderung menjadi alat untuk membenarkan keputusan menolak seseorang, bukan untuk menilai kompetensi secara objektif.

Baca Juga: Selama Masih Menjadi Hak, Pekerja Ajukan Cuti Tanpa Alasan Adalah Hal Normal! Ini Benefitnya!

Snyder menegaskan bahwa mempekerjakan seseorang hanya karena merasa cocok dan nyaman bekerja sama bukanlah cara terbaik. Kriteria ini justru bisa menghilangkan kesempatan kandidat hebat yang berbeda dari mayoritas.

Temuan dari laporan Textio menunjukkan bahwa praktik wawancara kerja yang benar-benar adil dan menitikberatkan pada keterampilan kandidat masih jarang diterapkan.

Untuk ke depannya, diharapkan proses perekrutan menjadi lebih objektif. Rekruter dapat memberikan pertanyaan yang seragam kepada seluruh kandidat dengan fokus pada kompetensi yang dibutuhkan, bukan pada kesan personal atau kesamaan preferensi.

Halaman:

Tags

Terkini