Bagaimana hubungan antara rasa hormat dan keterlibatan karyawan?
Penghormatan dan keterlibatan karyawan saling terkait.
Karyawan yang terlibat (dalam operasional kantor), akan dikelilingi oleh rekan kerja yang mendengarkan pendapatnya. Mereka juga mengakui kerja kerasnya, dan peduli dengan perkembangan karirnya.
Semua faktor tersebutlah yang membuat karyawan merasa dihormati.
Gallup menemukan bahwa ketika karyawan terlibat di tempat kerja, mereka lima kali lebih mungkin untuk sangat setuju bahwa mereka diperlakukan dengan rasa hormat di tempat kerja.
Manajemen yang baik juga memainkan peran lebih besar dalam keterlibatan dibandingkan lokasi kerja.
Selain itu, cara mengelola karyawan juga tetap penting, tak peduli mereka bekerja secara hybrid, remote, atau sepenuhnya di kantor.
Karyawan yang memiliki manajer hebat sehingga bisa menyediakan percakapan pelatihan yang berarti setiap minggu, juga empat kali lebih mungkin untuk berkembang, terlepas dari lokasi kerjanya.
Baca Juga: Feedback ke Atas: Saat Karyawan Boleh Memberikan Pendapat ke Manajer, Ini Manfaatnya yang Dirasakan!
Apa yang dapat dilakukan pemimpin untuk meningkatkan rasa hormat?
Pahami bahwa rasa hormat adalah hal yang pribadi dan situasional.
Ketika manajer tidak berhubungan dengan karyawannya, secara sengaja maupun tidak sengaja, perilaku dan rasa tidak hormat dapat meningkat. Ini membuat manajer tak bisa membedakan apa yang terasa biasa-biasa saja bagi satu orang, namun bisa terasa seperti serangan bagi orang lain.
Misalnya, Gallup menemukan ada karyawan tidak ingin pekerjaan dan kehidupan pribadi tercampur. Sementara karyawan lain justru menikmatinya.
Ketika rutinitas kerja tidak cocok dengan cara kerja yang diinginkan, ini bisa membuat karyawan merasa tidak dihormati.
Jadi, pastikan manajer mengenal setiap karyawannya dengan baik sehingga dapat mengomunikasikan harapan, menjelaskan alasan kebijakan, dan membuat perubahan pada rutinitas kerja.