Mengambil jarak dari pekerjaan justru menunjukkan bahwa struktur kerja yang baik memungkinkan semua orang beristirahat tanpa rasa bersalah.
3. Memberikan janji yang tidak realistis
Menyatakan bahwa setiap pesan akan langsung dibalas setelah kembali dari cuti sering kali tidak realistis. Ini karena hari pertama masuk kerja biasanya dipenuhi pekerjaan tertunda.
Baca Juga: Promosi Jabatan Wajib Dicantumkan di CV untuk Membantu Kamu Lebih Menonjol dari Kandidat Lain
Lebih bijak menetapkan harapan yang realistis dengan menuliskan bahwa akan membalas secepat mungkin setelah kembali.
Langkah ini memungkinkan kamu untuk fokus pada hal-hal yang lebih penting terlebih dahulu tanpa terlihat mengabaikan orang lain.
4. Lupa menyetel pesan otomatis
Tak semua orang tahu kalau kamu sedang cuti, khususnya rekan kerja dari departemen berbeda atau klien dari luar. Untuk itu, kamu harus menyetel pesan email otomatis.
Baca Juga: Jangan Sampai Pekerjaan Kamu Tak Dianggap oleh Atasan, Pastikan Diri Kamu Terlihat di Tempat Kerja
Jika lupa melakukannya, kamu akan dianggap tidak bertanggung jawab karena tidak cepat memberikan balasan. Padahal, kamu sedang cuti.
Jadi, tetapkan jadwal mulai dan berhentinya pesan otomatis yang menunjukkan sikap profesional kamu.
Dengan begitu, kamu juga jadi memberikan batasan yang jelas dengan rekan kerja dan atasan.