PejuangKantoran.com - Waktu libur seharusnya dimanfaatkan untuk benar-benar lepas dari urusan pekerjaan, bukan hanya pindah tempat sambil terus memantau email yang masuk.
Namun, kenyataannya masih banyak orang yang merasa bersalah waktu cuti, sehingga tetap bersedia untuk standby atau siap dihubungi kapan saja.
Kebiasaan seperti ini bisa mengganggu kualitas waktu istirahat, dan menciptakan budaya kerja yang tidak sehat.
Baca Juga: Jelang Libur Long Weekend, BRI Pastikan Nasabah Tetap Dapat Mengakses Layanan Perbankan 24/7
Agar waktu cuti benar-benar memberikan manfaat, hindari kebiasaan yang justru membuat liburan kehilangan maknanya seperti ini:
1. Merasa bersalah karena cuti
Cuti adalah hak yang sah dan merupakan bagian penting dari kesejahteraan kita. Ini bukan tanda kelemahan atau kurang dedikasi.
Sebaliknya, istirahat yang cukup akan membantu menjaga ketajaman berpikir dan semangat kerja.
Kembali dengan pikiran segar dan energi penuh adalah bentuk kontribusi yang tak kalah pentingnya dibanding bekerja tanpa henti.
2. Tetap mengirim atau membalas email
Membalas email secara acak selama cuti hanya menimbulkan kebingungan. Respons yang tidak jelas ini bisa menimbulkan kebingungan tentang status cuti yang sebenarnya.
Baca Juga: Apakah Itu Promosi Lateral? Ini Alasan Kamu Perlu Mencantumkan Tipe Promosi Jabatan Ini di CV
Saat sudah memutuskan untuk tidak aktif, lebih baik bersikap tegas dan konsisten. Tanggung jawab terhadap pekerjaan tidak berarti selalu standby setiap saat.
Meskipun tampak sepele, kebiasaan ini berpotensi memperkuat budaya kerja yang tidak mengenal batas antara waktu kerja dan waktu pribadi.
Jadi, hargai waktu cuti diri sendiri (dan orang lain), dengan tidak memaksakan diri untuk mencari tahu apa yang terjadi di kantor, yang bisa memperkuat budaya saling menghormati.
Jika kamu dalam posisi kepemimpinan, tidak perlu membalas email saat liburan, yang bisa membuat anggota tim merasa terdorong untuk mengirimkan email terus-menerus.
Artikel Terkait
Contoh CV yang ATS-Friendly untuk Kamu yang akan Menempati Posisi Entry-Level dan Mid-Career
Tak Perlu Takut Dengan AI Karena Justru Bisa Bantu Kamu Tingkatkan Soft Skill Diri. Begini Caranya!
Jadi Tokoh Antagonis di Kitab Sijjin dan Illiyyin, Yunita Siregar Rela Dipocong seperti Jenazah
Baik WFO, WFA, atau Hybrid, Ini 3 Strategi Pemimpin untuk Ciptakan Budaya Kerja Fleksibel pada Karyawan
5 Cara Manajer Bantu Karyawan agar Kinerjanya Lebih Terlihat, Jangan Dibiarkan Berjuang Sendirian!
Lakukan Strength Training Karena Tak Hanya Memberimu Tubuh yang Bagus Tapi Juga Manfaat Kesehatan Lainnya
Strength Training Penting Untuk Kesehatanmu. Berikut Contoh Latihan Untuk Usia 20-40 Tahun