Jangan Mau Tetap Standby Saat Cuti, Hindari Melakukan Hal Ini Saat Menerima Email di Tengah Libur Kerja

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 26 Juni 2025 | 20:12 WIB
Ilustrasi: Takut ketinggalan informasi membuat kita selalu dituntut mengecek email saat sedang cuti. (Freepik/Seniv Petro)
Ilustrasi: Takut ketinggalan informasi membuat kita selalu dituntut mengecek email saat sedang cuti. (Freepik/Seniv Petro)

PejuangKantoran.com - Waktu libur seharusnya dimanfaatkan untuk benar-benar lepas dari urusan pekerjaan, bukan hanya pindah tempat sambil terus memantau email yang masuk.

Namun, kenyataannya masih banyak orang yang merasa bersalah waktu cuti, sehingga tetap bersedia untuk standby atau siap dihubungi kapan saja. 

Kebiasaan seperti ini bisa mengganggu kualitas waktu istirahat, dan menciptakan budaya kerja yang tidak sehat.

Baca Juga: Jelang Libur Long Weekend, BRI Pastikan Nasabah Tetap Dapat Mengakses Layanan Perbankan 24/7

Agar waktu cuti benar-benar memberikan manfaat, hindari kebiasaan yang justru membuat liburan kehilangan maknanya seperti ini:

1. Merasa bersalah karena cuti

Cuti adalah hak yang sah dan merupakan bagian penting dari kesejahteraan kita. Ini bukan tanda kelemahan atau kurang dedikasi.

Sebaliknya, istirahat yang cukup akan membantu menjaga ketajaman berpikir dan semangat kerja.
Kembali dengan pikiran segar dan energi penuh adalah bentuk kontribusi yang tak kalah pentingnya dibanding bekerja tanpa henti.

2. Tetap mengirim atau membalas email

Membalas email secara acak selama cuti hanya menimbulkan kebingungan. Respons yang tidak jelas ini bisa menimbulkan kebingungan tentang status cuti yang sebenarnya.

Baca Juga: Apakah Itu Promosi Lateral? Ini Alasan Kamu Perlu Mencantumkan Tipe Promosi Jabatan Ini di CV

Saat sudah memutuskan untuk tidak aktif, lebih baik bersikap tegas dan konsisten. Tanggung jawab terhadap pekerjaan tidak berarti selalu standby setiap saat.

Meskipun tampak sepele, kebiasaan ini berpotensi memperkuat budaya kerja yang tidak mengenal batas antara waktu kerja dan waktu pribadi.

Jadi, hargai waktu cuti diri sendiri (dan orang lain), dengan tidak memaksakan diri untuk mencari tahu apa yang terjadi di kantor, yang bisa memperkuat budaya saling menghormati.

Jika kamu dalam posisi kepemimpinan, tidak perlu membalas email saat liburan, yang bisa membuat anggota tim merasa terdorong untuk mengirimkan email terus-menerus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: stylist.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X