iiPejuangKantoran.com - Apakah kamu pernah merasa bingung setelah dapat komentar tajam dari atasan? Ini membuat kamu mulai bertanya-tanya: “Maksudnya apa, ya?” atau “Apa aku terlalu sensitif?”
Kalau iya, bisa jadi kamu sedang berurusan dengan atasan yang pasif-agresif. Atasan tipe ini bisa membuat kamu merasa tidak percaya diri, mempertanyakan kemampuan sendiri, bahkan kehilangan motivasi.
Ini bisa membuat kamu mulai menganalisis email satu kalimat selama 30 menit dan terus memikirkan maksud tersembunyi dari komentarnya.
Baca Juga: Badai PHK Juga Membuat Karyawan yang Bertahan Lelah, Bingung, dan Tidak Diperhatikan
Pengertian atasan pasif-agresif
Secara sederhana, pasif-agresif adalah karakter seseorang yang tidak menyampaikan kemarahan atau ketidaksukaannya secara langsung.
Sebaliknya, orang tersebut menyampaikannya lewat sindiran, nada bicara, atau komentar yang ambigu.
Kamu jadi harus menebak-nebak maksud sebenarnya dan itu bisa sangat melelahkan.
Misalnya, kamu lagi sibuk memperbaiki kesalahan di proyek, lalu atasan lewat dan bilang, “Wah, kamu benar-benar bintang di tim kita”, sambil senyum tipis.
Mungkin terdengar seperti pujian, tetapi kamu tahu itu sindiran. Hal seperti ini bisa terasa menyakitkan, meski katanya “cuma bercanda”.
Mengapa ada atasan seperti ini?
Menurut para ahli, ada tiga penyebab umum kenapa seseorang bersikap pasif-agresif di tempat kerja, yaitu:
1. Pola asuh dan latar belakang emosional
Beberapa orang tumbuh di lingkungan yang tidak mengajarkan cara mengekspresikan emosi dengan sehat. Ini membuat mereka belajar menyimpan perasaan dan akhirnya menyalurkan emosi negatif secara terselubung, lewat sarkasme atau komentar sinis.
2. Lingkungan kerja yang tidak sehat