Untuk bidang kreatif seperti desain, format kombinasi atau fungsional bisa jadi lebih pas karena bisa lebih leluasa menampilkan keahlian.
Selain itu, penting untuk memastikan tata letak dan font yang dipakai mudah dibaca oleh sistem ATS.
Gunakan font yang bersih seperti Arial atau Calibri, serta hindari elemen visual yang rumit seperti tabel, header, atau kotak teks.
Pastikan struktur CV sederhana, dengan bagian-bagian yang jelas seperti ‘Pengalaman Kerja’ dan ‘Keterampilan’.
Gunakan poin-poin untuk menjelaskan tanggung jawab atau pencapaian secara ringkas dan efektif.
Terakhir, simpan dalam format file dalam .docx atau PDF agar bisa dibaca dengan lancar oleh sistem otomatis.
Baca Juga: 7 Cara Membuat Resume yang Menarik, Jangan Asal Tulis Keterampilan Diri!
Cara memperbarui CV di LinkedIn
Bagi yang aktif di platform seperti LinkedIn, menjaga CV versi digital tetap ter-update juga penting. Berikut langkah-langkah mudah untuk menggantinya:
- Siapkan file resume terbaru dalam format PDF.
- Masuk ke halaman utama LinkedIn, lalu klik bagian “Pekerjaan”.
- Pilih opsi “Preferensi” yang ada di menu tersebut.
- Cari bagian “Resume dan Data Lamaran” di bawah tajuk “Kualifikasi Saya”.
- Klik “Unggah Resume”.
- Pilih file yang sudah disiapkan sebelumnya, lalu klik “Buka” untuk menyimpan.
Selain lewat langkah di atas, CV juga bisa diperbarui langsung dari profil dengan cara mengedit bagian “Pengalaman” secara manual.
Dengan melakukannya, kamu membuat profil tetap up-to-date dan lebih mudah dilirik oleh perekrut maupun jaringan profesional. ***