Pertama, perusahaan harus mendorong adanya feedback dua arah antara manajer dan tim. Entah lewat survei, sesi coaching, atau diskusi rutin.
Pastikan manajer tahu bagaimana persepsi tim mereka.
Kedua, manajer perlu dilatih bukan cuma untuk “mengatur”, tetapi juga untuk “melatih” tim mereka.
Artinya, mereka harus belajar memberi bimbingan secara aktif, mengembangkan potensi anggota tim, dan menciptakan hubungan kerja yang lebih kuat.
Intinya, manajer bukan cuma pemimpin, tetapi juga pelatih. Sementara pelatih yang baik selalu belajar dan berkembang bersama timnya.
Sudah saatnya manajer juga dapat dukungan, bukan cuma tuntutan. Jadi, saat mereka berkembang, tim juga akan tumbuh. ***