kubikel

Membalas Email sambil Menerima Telepon Tidak Membuat Pekerjaan Selesai Lebih Cepat, Tahu Kenapa?

Senin, 28 Juli 2025 | 20:28 WIB
Ilustrasi: Ada alasan mengapa membaca email sambil berbicara di telepon tidak akan membuat pekerjaanmu selesai lebih cepat. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Apakah kamu pernah mengalami saat meeting, tiba-tiba ada rekan kerja yang dari tadi sibuk dengan ponselnya, mendadak bertanya tentang sesuatu yang baru saja dijelaskan?

Ini mungkin membuat kamu kesal karena terlihat dia tidak memerhatikan jalannya meeting. Jika ditegur dengan sopan, alasan yang sering dilontarkan adalah dia sedang “multitasking” sambil mengerjakan pekerjaan lain.

Banyak orang merasa harus melakukan banyak pekerjaan sekaligus, seperti membalas email sambil ikut rapat atau menyicil laporan sambil mendengarkan presentasi. Rasanya kalau tidak menyambi dua atau tiga hal sekaligus, kamu akan ketinggalan.

Baca Juga: Begitu Pentingnya Pertemanan, Berikut Ini Arti Pertemanan Dalam Pandangan Filsuf dan Pakar Kesehatan.

Padahal, dampak multitasking itu lebih banyak ruginya daripada manfaatnya. Tahu kenapa?

Multitasking membuat otak lelah

Penelitian menunjukkan bahwa mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu justru membuat kamu jadi lebih lambat, sering membuat keputusan yang salah, dan bahkan lebih stres. Akibatnya, produktivitas menurun sampai 40%.  

Masalahnya bukan karena kamu “tidak cukup pintar” untuk multitasking, tetapi karena otak memiliki kapasitas terbatas untuk memproses informasi dan mengalihkan perhatian. 

Yang terjadi sebenarnya bukan multitasking, melainkan peralihan tugas (task switching) yang sangat cepat dari satu tugas ke tugas lain. 

Bagian otak yang paling berperan dalam proses peralihan tugas dan menentukan jenis pekerjaan yang bisa dilakukan "bersamaan" tersebut adalah korteks prefrontal (prefrontal cortex/PFC).

Baca Juga: Fenomena Alone Together Melanda Gen Z dan Millenial. Apa Itu dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

Otak manusia hanya bisa fokus penuh pada satu tugas kompleks dalam satu waktu. Kalau ada dua tugas yang saling bersaing memperebutkan sumber daya kognitif yang sama (misalnya, area bahasa, perhatian visual, atau memori kerja), kita akan sulit melakukannya berbarengan tanpa penurunan kinerja yang signifikan. 

Contohnya, membaca email sambil mendengarkan orang berbicara di telepon. Kedua tugas ini sama-sama sangat membutuhkan sumber daya bahasa dan memori kerja di PFC. Otak akan kesulitan mengatur dua perintah komunikasi verbal/tulisan secara simultan.

Contoh lainnya, mengemudi di lalu lintas padat sambil membalas pesan teks. Keduanya juga butuh perhatian visual dan motorik yang tinggi, sehingga bahaya banget kalau dilakukan bersamaan.

Ini berbeda dengan aktivitas yang tidak saling mengganggu. Misalnya, mencoret-coret kertas sambil mendengarkan rapat. Hal ini masih mungkin dilakukan, karena bagian otak yang dipakai berbeda.

Halaman:

Tags

Terkini