kubikel

Calon Atasan yang Bikin Kamu Tak Betah Bekerja Bisa Terlihat Sejak Wawancara Kerja, Ini Tanda-Tandanya!

Kamis, 31 Juli 2025 | 14:45 WIB
Mengamati calon atasan saat wawancara kerja bisa memberimu gambaran suasana kerja di perusahaan tersebut. (Pejuangkantoran.com/Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - Suasana kerja yang menyenangkan tidak hanya dibentuk oleh budaya perusahaan, tetapi juga oleh orang yang memimpin di dalamnya.

Banyak karyawan merasa tidak betah bukan karena tanggung jawab pekerjaan yang berat, melainkan karena gaya kepemimpinan yang buruk.

Atasan yang tidak mampu membangun komunikasi, memberikan arahan yang jelas, atau menghargai kontribusi bawahan sering jadi sumber utama ketidaknyamanan di tempat kerja.

Salah satu cara untuk mengenali potensi masalah ini adalah dengan memperhatikan perilaku calon atasan sejak tahap wawancara kerja.

Meskipun wawancara biasanya menjadi ajang untuk saling memberi kesan positif, justru dari momen inilah sejumlah sinyal bahaya dapat muncul.

Mengabaikan tanda-tanda ini bisa jadi awal menuju pengalaman kerja yang tidak menyenangkan.

Baca Juga: Bahayanya Jika Pimpinan Perusahaan Tidak Mengakui Ketidaksetaraan Gender di Tempat Kerja

Sikap yang bisa jadi petunjuk

Tanda paling jelas dari calon atasan yang kurang profesional dapat terlihat dari hal sederhana seperti ketepatan waktu.

Jika terlambat hadir ke wawancara tanpa memberikan penjelasan atau permintaan maaf, hal tersebut dapat mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap waktu dan komitmen orang lain.

Sikap seperti ini berpotensi terbawa ke dalam dinamika kerja sehari-hari, misalnya dalam bentuk komunikasi yang tidak teratur atau kebiasaan mengabaikan tenggat waktu.

Selain itu, gesture dan keterlibatan dalam percakapan juga menjadi penilaian penting.

Pemimpin yang baik biasanya menunjukkan minat, memberi ruang untuk berdiskusi, dan hadir sepenuhnya dalam obrolan.

Sebaliknya, ketika calon atasan terlihat cuek, tidak mendengarkan dengan sungguh-sungguh, atau menunjukkan sikap terburu-buru, besar kemungkinan gaya kepemimpinannya juga minim arahan dan kurang empati.

Halaman:

Tags

Terkini