Perlu juga dicermati cara mereka membicarakan tempat kerja saat ini.
Bila percakapan justru dipenuhi dengan keluhan terhadap perusahaan, rekan kerja, atau sistem internal, kondisi ini bisa menandakan adanya budaya kerja yang tidak sehat.
Bahkan, bisa jadi itu mencerminkan kecenderungan pemimpin yang tidak mampu membangun hubungan kerja yang positif.
Jangan diabaikan karena tergiur hal ini
Terkadang, sinyal-sinyal negatif ini tidak disadari karena tawaran kerja terlihat sangat menjanjikan.
Nama besar perusahaan, posisi yang bergengsi, atau kompensasi yang tinggi bisa membuat kamu menutup mata terhadap tanda-tanda peringatan.
Namun, memilih tempat kerja sebaiknya tidak hanya berfokus pada apa yang akan terlihat di CV, tetapi juga pada keseharian yang akan dijalani di dalam tim.
Tempat kerja yang baik seharusnya dipimpin oleh seseorang yang menghargai waktu, terbuka terhadap masukan, dan mampu membangun rasa aman secara emosional.
Ini karena hubungan dengan atasan akan sangat memengaruhi kenyamanan, produktivitas, dan pertumbuhan kamu dalam karir.
Mengamati hal ini sejak awal dapat membantu kamu mencegah pengalaman kerja yang penuh tekanan. ***