kubikel

Perusahaan Mulai Melarang Pelamar Gunakan AI untuk Membuat Lamaran Kerja. Jangan Kesal Dulu, Ternyata Ini Alasannya!

Rabu, 6 Agustus 2025 | 11:10 WIB
Artificial intelligence memang sangat membantu dan tak terhindarkan, namun jangan gunakan untuk membuat surat lamaran kerja! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Selain itu, AI bisa saja memberikan informasi yang tidak akurat.

Misalnya, membesar-besarkan pengalaman kamu atau memasukkan keahlian yang sebenarnya tidak kamu miliki.

Banyak perekrut pernah mengalami sendiri hal ini.

Saat membaca CV, pelamar terlihat sangat cocok. Namun, ketika wawancara kerja, ternyata semua yang tertulis di atas kertas tidak bisa dibuktikan.

Peter Swimm, mantan manajer di Microsoft, juga menambahkan bahwa perekrut merasa tidak dihargai jika pelamar memakai AI secara berlebihan.

Ini karena proses rekrutmen bukan hanya soal cocok di atas kertas, tetapi juga soal chemistry dan nilai yang sesuai.

Baca Juga: Rekruter Bisa Tahu Kamu Menulis Surat Lamaran dengan ChatGPT dari Tanda-tanda Ini!

Haruskah kamu berhenti pakai AI?

Jawabannya, tidak juga. AI masih bisa jadi alat bantu yang berguna, asalkan digunakan dengan bijak.

Misalnya, kamu bisa menggunakan AI untuk membantu membuat draf awal surat lamaran, menyusun ulang struktur CV, atau mencari inspirasi kalimat.

Namun, tetap pastikan isi lamaran benar-benar mencerminkan siapa diri kamu.

Edit hasil AI dengan kata-kata kamu sendiri, tambahkan pengalaman pribadi yang spesifik, dan pastikan kamu bisa menjelaskan semua yang kamu tulis saat wawancara nanti.

Ingat, perusahaan ingin mengenal kamu sebagai individu. Jadi, gunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti.

Tetap jadilah versi terbaik dari diri kamu sendiri, bukan versi pintar dari mesin. ***

Halaman:

Tags

Terkini