3. Setelah presentasi
Setelah presentasi, bertanya bisa jadi cara bagus untuk menunjukkan kalau kamu benar-benar memperhatikan. Kamu bisa membukanya dengan apresiasi, seperti, “Saya suka banget penjelasan Bapak soal topik X. Bisa tolong dijelaskan lebih detail lagi?”
Setelah itu, masuk ke pertanyaan yang lebih mendalam. Misalnya, “Tadi Bapak menyebut X sebagai faktor kunci. Bisa dijelaskan pengaruhnya terhadap hasil akhir?”
Pertanyaan seperti ini bukan cuma membuat kamu paham lebih jelas, tetapi juga membuat pembicara merasa dihargai.
Baca Juga: 3 Aplikasi yang Bisa Bantu Hidup Kamu Lebih Teratur dan Tetap Santai, Bahkan untuk Urusan Pekerjaan
4. Dalam negosiasi
Negosiasi itu bukan soal siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana caranya sama-sama untung. Pertanyaan yang tepat bisa membantu mengungkap apa yang sebenarnya penting buat pihak lain.
Mulailah dengan bertanya, “Apa hasil yang paling penting bagi kamu dari perjanjian ini?” Setelah itu, gali lebih dalam dengan pertanyaan seperti, “Ada area tertentu yang bisa kita kompromikan?”
Saat negosiasi gaji, misalnya. Daripada langsung bilang, “Bisa tidak gaji saya dinaikkan?”, coba ubah jadi, “Seberapa fleksibel anggaran gaji untuk posisi ini, mengingat pengalaman dan keterampilan saya?” Nada seperti ini terdengar lebih profesional dan kolaboratif.
Kesimpulannya, mengajukan pertanyaan yang tepat itu soal membaca situasi dan memilih kata yang pas. Dengan begitu, kamu bisa membangun komunikasi yang lebih efektif, menciptakan hubungan kerja yang baik, dan mendapatkan hasil yang kamu mau.