PejuangKantoran.com - Di dunia kerja yang serba cepat, kita sudah akrab dengan istilah presenteeism atau tetap masuk kerja walau sakit dan burnout atau kelelahan fisik dan mental akibat stres kerja berkepanjangan.
Namun, ada satu tren lain yang jarang dibahas, padahal diam-diam bisa menguras energi, yaitu pleasanteeism.
Apa itu?
Pleasanteeism adalah kebiasaan untuk selalu terlihat ceria, ramah, dan positif, walaupun di dalam hati sedang lelah, stres, atau sedih.
Contohnya:
- Senyum di rapat walau semalaman begadang.
- Menjawab “Saya baik-baik saja” padahal pikiran lagi penuh masalah.
- Menahan diri untuk curhat karena takut dianggap tukang ngeluh.
Kalau presenteeism fokus ke kehadiran fisik, pleasanteeism lebih ke kinerja emosional seperti pura-pura bahagia demi memenuhi ekspektasi orang lain.
Sekilas, terlihat ramah memang baik. Namun, kalau dipaksa terus-menerus, efeknya bisa serius, mulai dari stres meningkat, cemas, bahkan mengganggu kesehatan fisik.
Studi dari American Psychological Association menunjukkan, karyawan yang terus menutupi rasa stres lebih mudah burnout dan kehilangan motivasi.
Baca Juga: Series Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap bakal Menghadirkan 37 Pemain Terkenal
Kenapa bisa terjadi?