3. Perusahaan tidak peduli
Hubungan kerja seharusnya saling mendukung. Jika kamu sudah memberikan tenaga, waktu, dan loyalitas, tetapi perusahaan tidak peduli dengan kesejahteraan kamu, itu bukan hubungan yang saling mendukung.
Budaya kerja yang penuh tekanan hanya akan membuat kamu burnout, motivasi turun, dan produktivitas rendah. Kalau sudah begini, resign karena stres tidak jadi masalah.
4. Banyak pekerjaan lain yang lebih baik
Jangan merasa terjebak. Selalu ada pekerjaan lain di luar sana yang bisa lebih cocok dengan passion dan gaya hidup kamu.
Kalau masalahnya soal kebutuhan finansial, kamu bisa mengambil pekerjaan paruh waktu dulu, seperti freelance atau pekerjaan sampingan, sambil mencari pekerjaan penuh waktu yang benar-benar sesuai.
Intinya, kamu selalu punya pilihan.
5. Kamu punya kendali atas hidup
Pekerjaan sekarang mungkin hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuan kamu. Padahal, kamu punya potensi besar untuk melakukan hal lain yang lebih bermakna.
Baca Juga: Stop Lakukan 3 Kebiasaan Ini! Bisa Menjerumuskan Kamu ke Utang Kartu Kredit
Begitu kamu menemukan pekerjaan atau aktivitas yang benar-benar disukai, stres pun berubah jadi energi positif.
Intinya, resign karena stres bukanlah tanda kelemahan, tetapi tanda bahwa kamu peduli dengan diri sendiri.
Kesehatan mental dan fisik jauh lebih penting daripada bertahan di tempat kerja yang membuat hidup sengsara.